Persaingan industri ritel di Indonesia kini memasuki babak baru. Dominasi brand global yang selama ini menguasai pasar perlahan mulai diimbangi oleh pergerakan brand lokal yang makin agresif dan relevan dengan kebutuhan konsumen Tanah Air.
Jhonny Thio Doran, Founder sekaligus CEO Jete, menilai fenomena ini sebagai pergeseran struktur pasar yang nyata. Menurutnya, brand lokal saat ini memiliki keunggulan kompetitif yang kuat karena posisinya yang jauh lebih dekat dengan konsumen sehingga mampu merespons perubahan tren dengan sangat cepat.
Berikut adalah sejumlah strategi utama yang membuat brand lokal seperti Jete mampu bersaing di tengah gempuran produk dari luar negeri:
1. Bangun Kedekatan Emosional, Bukan Sekadar Jualan
Bagi Jete, berbisnis bukan sekadar soal transaksi produk, melainkan membangun keterlibatan melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian audiens. Salah satu pendekatan yang dijalankan adalah lewat event lari Jete Run yang dihelat sejak tahun 2024 dengan melibatkan ribuan peserta dan komunitas pelari di Indonesia.
"Ketika konsumen merasa jadi bagian dari brand, mereka merasa dihargai bukan hanya sebagai pembeli saja, tapi lebih dari itu jadi bagian kita. Ini akan membuat konsumen lebih loyal dan secara alami ikut mendukung pertumbuhan brand tersebut," ujar Jhonny, dalam keterangan yang diterima detikINET, Minggu (5/3/2026).
2. Eksekusi Cepat Tanpa Birokrasi Rumit
Struktur organisasi yang lebih fleksibel dan regulasi yang tidak sekaku perusahaan multinasional memungkinkan brand lokal untuk mengambil keputusan jauh lebih cepat. Peluang tren produk baru, penyesuaian harga, hingga strategi pemasaran dapat dieksekusi dan dievaluasi dalam waktu singkat.
"Kecepatan itu bukan sekadar soal bergerak lebih cepat dari yang lain. Yang lebih penting adalah bagaimana kita bisa belajar dari setiap eksekusi yang kita lakukan. Dari situ kita tahu apa yang berhasil dan bagaimana kita terus menyesuaikan diri agar tetap relevan," tuturnya.
Simak Video "Serbu Brand Lokal di Trademark Market Vol.2 Jakarta!"
(asj/fay)