×
Ad

Perang Iran Bikin Industri Chip Global Jadi Oleng Gara-gara Helium

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 27 Mar 2026 13:45 WIB
Ilustrasi chip (Foto: via Live Science)
Jakarta -

Industri chip global terdampak Perang Iran, padahal pabriknya bukan di Timur Tengah. Hal ini gara-gara unsur penting pembuatan chip adalah helium yang dipasok dari Qatar.

Diberitakan Reuters seperti dilihat Jumat (27/3/2026) helium sangat penting dalam industri chip untuk pendingin, pendeteksi kebocoran dan proses manufaktur yang presisi. Harga helium melonjak tinggi sejak awal Perang Iran.

Helium adalah produk sampingan dari proses pengolahan gas alam. Diketahui, Qatar adalah produsen LNG terbesar. Oleh karena itu, Qatar juga menjadi produsen hampir 33% pasokan helium global, sekitar 63 juta meter kubik di 2025.

"Kelangkaan helium jadi perhatian utama," kata Cameron Johnson dari Tidal Wave Solutions dalam acara Semicon China di Shanghai, China.

Sejumlah pabrik chip memutuskan untuk memperlambat produksi, atau memfokuskan pada produk yang paling penting saja. Dampak kelangkaan helium akan berpengaruh pada industri elektronik sampai otomotif yang membutuhkan chip tersebut.

"Kalau sampai terjadi, Anda akan lihat dampaknya pada elektronik, otomotif, bahkan smartphone," kata Johnson.

Jerry Zhang dari perusahaan semikonduktor asal Swiss, VAT, mengatakan Perang Iran memperketat pasokan helium. Dampaknya langsung dirasakan perusahaan dia dan perusahaan lain juga. Mereka mencari alternatif pasokan lain termasuk dari Amerika.

Berikut adalah penggunaan helium untuk berbagi industri dengan data konsumsi industri di Amerika per Februari 2026, sebagai gambaran global:

  • Analitikal, permesinan, lab, sains, gas khusus (22%)
  • Ruang terkendali, fiber optik, semikonduktor (17%)
  • Lifting gas (17%)
  • Magnetic resonance imaging (MRI) (15%)
  • Antariksa (9%)
  • Pengelasan (8%)
  • Diving (5%)
  • Deteksi kebocoran (5%)
  • Penggunaan lain (2%)


Simak Video "Video: Harga BBM Naik, Pakistan Liburkan Sekolah-50% Pekerja WFH! "

(fay/fyk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork