Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
CEO Apple Turun Gunung Kunjungi China, Ini Misinya

CEO Apple Turun Gunung Kunjungi China, Ini Misinya


Fino Yurio Kristo - detikInet

CEO of Apple Tim Cook waves as he attends the Allen and Company Sun Valley Media and Technology Conference at The Sun Valley Resort in Sun Valley, Idaho, U.S., July 10, 2025. REUTERS/Brendan McDermid
Tim Cook. Foto: REUTERS/Brendan McDermid
Jakarta -

Tim Cook mendarat di Chengdu, China minggu ini untuk menghadiri acara Apple Store dalam rangka peringatan hari jadi perusahaan yang ke-50. Kunjungan yang dirancang sangat cermat ini terjadi di momen krusial bagi hubungan rumit antara produsen iPhone tersebut dengan pasar smartphone terbesar di dunia.

Ketegangan antara AS dan China terus meningkat terkait perang Iran serta pengumuman investigasi baru AS terhadap praktik perdagangan China. Hal ini menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif terbesar era Presiden Donald Trump, yang sebelumnya mencakup pungutan besar pada impor dari China.

China tetap pasar kritis bagi Apple, bahkan saat perusahaan harus menavigasi tantangan geopolitik dan antimonopoli yang kian besar. Beberapa hari sebelum kunjungan Cook, Apple memangkas komisi App Store di China dari 30% jadi 25% untuk pembelian dalam aplikasi dan transaksi berbayar. Apple juga mengurangi biaya pengembang kecil dari 15% menjadi 12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konsesi tersebut bukanlah satu-satunya hal yang diinginkan China dari Apple. People's Daily, media Partai Komunis China, berpendapat Apple harus berbuat lebih. Mereka menyatakan pengguna dan pengembang China masih belum punya akses ke sistem pembayaran pihak ketiga dan distribusi aplikasi alternatif, serta mendesak regulator terus mendorong Apple membuka ekosistemnya.

Menjelang peringatan hari jadi ke-50, bisnis hardware Apple di China berkembang pesat meski ada banyak rintangan. Penjualan iPhone melonjak 23% dalam sembilan minggu pertama tahun 2026, menurut Counterpoint Research.

ADVERTISEMENT

Dikutip detikINET dari CNBC, angka ini sangat luar biasa mengingat pasar smartphone turun 4%. Penjualan Apple di Greater China melonjak 38% pada kuartal terakhir menjadi USD 25,5 miliar, didorong tingginya permintaan iPhone 17.

Momentum iPhone di China didorong promosi dan subsidi tukar tambah pemerintah yang mencakup model dasar iPhone 17. Di saat yang sama, kompetitor berbasis Android seperti Oppo dan Vivo terpaksa menaikkan harga untuk mengimbangi lonjakan biaya chip memori.

Sementara itu selain Cook, COO Apple Sabih Khan, juga menghabiskan minggu ini dengan mengunjungi mitra manufaktur China, termasuk pabrik baterai Sunwoda di Shenzhen dan lini perakitan Foxconn di Shenzhen dan Chengdu.

Dominasi Apple yang berkelanjutan di pasar smartphone, dengan bantuan besar dari Tiongkok, membantu perusahaan menenangkan Wall Street yang tengah menunggu gebrakan nyata perusahaan di bidang kecerdasan buatan (AI). Saham Apple telah turun lebih dari 8% tahun ini, sementara Nasdaq turun sekitar 5%.




(fyk/ask)
TAGS






Hide Ads