Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Software Lokal Diminta 'Lebih Cepat, Lebih Baik'

Software Lokal Diminta 'Lebih Cepat, Lebih Baik'


- detikInet

Yogyakarta - Pengembang piranti lunak lokal disarankan bisa lebih cepat dan lebih baik dalam hal pengembangan piranti lunaknya. Ini diperlukan agar makin kompetitif. Hal itu dikemukakan Ketua Umum Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki) Djarot Subiantoro, seusai berbicara dalam seminar 'Role of asia in Global Software Engineering in the Flat World' yang digelar di Auditorium Kampus 3, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Senin (24/9/2007). Selain pengembangan yang lebih cepat, Djarot juga mengharapkan perbaikan dari sisi investasi serta dukungan pada pelanggan. Saat ini, lanjutnya, banyak pengembangan piranti lunak di Indonesia yang masih terlalu mahal dan terlalu kompleks. Anggota Aspiluki saat ini, menurut Djarot, ada 115 Independent Software Vendor (ISV). Konsentrasi pengembangan terbesar menurutnya ada di Jabotabek dengan jumlah lebih dari 60 persen. Namun di wilayah lain di Indonesia, industri piranti lunak lokal juga mulai bergeliat. "Perkembangannya di daerah seperti Jambi, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta," tuturnya. Terdapat tiga tren piranti lunak yang menurut Djarot bisa dimanfaatkan sebagai peluang bisnis. Tren itu adalah software menjadi komoditas, peluang menjual software sebagai services, serta software berbasis komunitas Open Source. Selain itu Djarot berharap Indonesia bisa meniru Cina dalam perang melawan pembajakan piranti lunak yang dilakukan bertahap. "Masyarakat hendaknya mendukung software berlisensi. Hal itu memang sulit di Indonesia, jadi harus pelan-pelan," kata Djarot. (wsh/wsh)






Hide Ads