×
Ad

Harga Memori Melonjak, iPhone Jadi Korban?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 30 Jan 2026 12:50 WIB
Bocoran iPhone 18. Foto: GSM Arena
Jakarta -

Apple melaporkan pendapatan kuartal pertama yang luar biasa dan memprediksi pertumbuhan hingga 16% pada kuartal saat ini. Menurut Apple, penjualan bahkan bisa lebih baik lagi seandainya perusahaan dapat mengamankan pasokan chip yang cukup untuk memenuhi permintaan iPhone.

"Kami memperkirakan total pendapatan perusahaan untuk kuartal Maret akan tumbuh 13% hingga 16% dari tahun ke tahun, angka ini sudah memperhitungkan estimasi terbaik terkait kendala pasokan iPhone selama kuartal tersebut," ujar Kepala Keuangan Apple, Kevan Parekh.

Analis mengajukan beberapa pertanyaan ke CEO Tim Cook mengenai akses Apple terhadap komponen memori. Harga komponen ini melonjak tajam akibat tingginya permintaan chip yang diperlukan untuk data center kecerdasan buatan (AI), yang kemudian menyebabkan kelangkaan memori.

Alih-alih terpaku pada masalah memori, Cook menyebut hal yang menghambat Apple memproduksi lebih banyak iPhone adalah akses ke manufaktur node canggih untuk chip seri A dan seri M mereka, yang disebut perusahaan sebagai SoC, atau system-on-chip.

Apple memproduksi chip node canggihnya melalui Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). "Kendala yang kami hadapi disebabkan oleh ketersediaan node canggih tempat SoC kami diproduksi dan saat ini, kami melihat fleksibilitas rantai pasokan lebih rendah dari biasanya, sebagian dikarenakan permintaan kami yang meningkat," kata Cook.

Meskipun kekurangan pasokan kuartal ini berkaitan dengan manufaktur chip node canggih, Cook mengakui Apple akan terdampak oleh kenaikan harga memori, dan bahwa perusahaan sedang mempertimbangkan berbagai opsi.

Namun dia menolak berbicara secara spesifik mengenai bagaimana Apple menangani kelangkaan yang dipicu oleh AI yang kini memengaruhi hampir setiap pembuat perangkat di dunia. "Seperti biasa, kami akan melihat berbagai opsi untuk menanganinya," kata Cook yang dikutip detikINET dari CNBC.

Cook mengatakan bahwa kenaikan harga memori memiliki dampak minimal pada Apple di kuartal Desember, namun akan memberikan efek yang lebih besar di kuartal Maret.

Tahun lalu, Apple mengumumkan akan membelanjakan lebih dari $600 miliar di AS selama lima tahun. Sebagian besar dari jumlah tersebut ditujukan kepada segelintir perusahaan yang telah berkomitmen untuk memproduksi chip di Amerika, termasuk TSMC, yang secara historis melakukan sebagian besar manufakturnya di Taiwan.

Cook mengatakan Apple memperoleh 20 miliar cip dari AS pada tahun 2025, lebih tinggi dari target perusahaan sebelumnya yaitu 19 miliar cip AS.



Simak Video "Video Bocoran iPhone Fold dan 18 Pro yang Bakal Rilis September 2026!"

(fyk/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork