Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI

Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI


Adi Fida Rahman - detikInet

NEW YORK, NY - MAY 2: The Microsoft logo is illuminated on a wall during a Microsoft launch event to introduce the new Microsoft Surface laptop and Windows 10 S operating system, May 2, 2017 in New York City. The Windows 10 S operating system is geared toward the education market and is Microsofts answer to Googles Chrome OS. (Photo by Drew Angerer/Getty Images)
Microsoft Dikabarkan PHK 22 Ribu Karyawan Awal 2026, Imbas AI Foto: Drew Angerer/Getty Images
Jakarta -

Rumor mengenai gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Microsoft kembali mencuat. Raksasa teknologi asal Amerika Serikat itu dikabarkan tengah mempersiapkan pemangkasan hingga 22.000 karyawan pada awal 2026, seiring restrukturisasi perusahaan untuk menghadapi era kecerdasan buatan (AI).

Dilansir Neowin, menurut sumber rumor yang beredar, Microsoft sedang mempersiapkan gelombang PHK baru pada kuartal pertama 2026. Secara historis, perusahaan ini kerap melakukan pemangkasan tenaga kerja pada bulan Januari dan Juli, yang masing-masing menandai periode pasca-liburan dan awal tahun fiskal. Langkah ini dianggap sebagai bagian dari strategi restrukturisasi untuk menghadapi tantangan di era kecerdasan buatan (AI).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CEO Microsoft, Satya Nadella, pernah menyatakan bahwa 2026 bisa menjadi tahun yang "berantakan" bagi industri teknologi. Pasalnya, sektor ini sedang bertransisi dari sekadar demonstrasi AI ke integrasi yang lebih mendalam.

ADVERTISEMENT

Microsoft sendiri tengah mengalihkan pengeluaran modal (capital expenditure) ke arah GPU dan pusat data untuk mendukung pengembangan AI. Untuk menutupi biaya tersebut, perusahaan perlu melakukan penghematan pada sumber daya manusia, yang dalam praktiknya berarti pemecatan karyawan.

Nadella juga menyebut ukuran Microsoft sebagai "kerugian besar" dalam persaingan AI, mengingat perusahaan memiliki lebih dari 220.000 karyawan secara global. Setelah perekrutan berlebih selama pandemi, Microsoft telah mulai memangkas lapisan manajemen menengah untuk meratakan struktur organisasi.

Menurut laporan dari HR Digest, rumor PHK kali ini bisa mencapai 5 hingga 10 persen dari total tenaga kerja, atau setara dengan 11.000 hingga 22.000 posisi. Area yang paling berisiko terkena dampak PHK meliputi manajemen menengah, operasi Azure Cloud, divisi gaming/Xbox, penjualan, serta rekayasa non-inti.

Namun, hingga kini, Microsoft belum mengumumkan secara resmi mengenai rencana ini. Kalau kabar ini benar bakal menambah daftar panjang efisiensi di Microsoft. Sebelumnya pada tahun 2025, perusahaan telah memotong sekitar 15.000 posisi kerja.




(afr/afr)





Hide Ads