Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Microsoft Berambisi Dongkrak Peringkat TI Indonesia

Microsoft Berambisi Dongkrak Peringkat TI Indonesia


- detikInet

Jakarta - Dilihat dari kacamata perkembangan teknologi informasi (TI), Indonesia ternyata masih duduk di kursi paling belakang dari sedikitnya tujuh peringkat yang ada. Sangat jauh tertinggal dengan Thailand, Afrika Selatan, Singapura, Korea, terlebih lagi Amerika Serikat.Dari sekitar 250 penyedia software independen (ISV) di Indonesia yang menjadi binaan Microsoft, hanya sekitar 30 di antaranya yang aktif dalam pasar TI. Itupun hanya berkutat di 60% cakupan total pasar. Padahal, pasar TI merupakan area yang menguntungkan bagi para independent software provider tersebut.PT Microsoft Indonesia mengungkapkan, total perputaran pasar TI di Indonesia bisa mencapai US$ 1,9 miliar. Di mana tiga sektor utamanya dipegang oleh unsur perbankan, manufaktur dan telekomunikasi.Pun, diungkapkan soal pembajakan software di Indonesia, belum ada penurunan yang signifikan. Tingkat pembajakan piranti lunak di Indonesia tercatat masih tinggi, sekitar 85 persen.Presiden Microsoft Indonesia, Tony Chen, mengatakan, bermacam cara telah dilakukan Microsoft Indonesia sebagai upaya mengurangi pembajakan dengan melalukan seminar, edukasi mislicensing atau berdialog dengan para perusahaan mengenai lisensi, edukasi mitra ke pelanggan dan kampanye WGA atau Windows Genuine Advantage.Tony berharap sosialisasi tersebut mampu mendorong industri lokal untuk berkembang. Ia juga mengakui bahwa sweeping merupakan salah satu langkah ekstrim yang bisa dilakukan untuk menurunkan pembajakan namun dinilai tidak menyelesaikan masalah."Microsoft tidak akan melakukan sweeping terhadap pembajakan software karena itu tidak menyelesaikan masalah. Lagipula sweeping bukan wewenang Microsoft," sanggahnya.Dongkrak Posisi IndonesiaMaraknya pembajakan tak berarti membuat Microsoft tak peduli terhadap kemajuan TI Indonesia. Microsoft bahkan berkeinginan mendongkrak posisi Indonesia di kancah perkembangan TI satu peringkat ke stage berikutnya. Target ini diharapkan bisa tercapai pada Desember 2008."Untuk mewujudkannya kami akan fokus ke peningkatan ISV (dari sisi kualitas dan kesiapan-red) dan jumlah developer profesional," papar Tony ketika ditemui di acara Microsoft 11 Tahun Tumbuh Bersama Indonesia di Hotel Le Meridien, Jakarta, belum lama berselang.Seberapa besar peningkatan jumlah ISV yang diinginkan? Tony tidak memberikan angka pastinya. "Saya berharap dari 250 ISV yang ada tersebut, semakin banyak ISV yang aktif di pasar TI mengingat baru 30 persennya yang aktif saat ini," tandasnya.Soal target penurunan pembajakan ke depannya, Tony pun belum bisa memberikan angka. "Yang penting bukan tingginya pembajakan, tapi seberapa besar perbaikan yang telah dilakukan. Mudah-mudahan bisa turun dua sampai tiga persen," jawabnya.Untuk mengatasi pembajakan ke depannya, Tony mengatakan Microsoft akan tetap melakukan sosialisasi dan edukasi seperti yang selama ini telah dilakukan, seperti penyebaran informasi mengenai manfaat menggunakan software asli (legal) melalui seminar dan berdialog dengan pemerintah daerah terkait keuntungan menggunakan software legal.Raih PenghargaanKinerja Microsoft Indonesia yang dinilai memuaskan mengantarkan perusahaan yang digawangi oleh Bill Gates ini mendapatkan penghargaan sebagai anak perusahaan dan tim kerja terbaik untuk kategori pasar negara berkembang. Penghargaan "the Best of the Best" dianugerahkan kepada Microsoft Indonesia Juli 2007 lalu oleh kantor pusat Microsoft yang berada di Redmond, Amerika Serikat.Dari 30 negara, hanya tiga negara yang terpilih sebagai "the Best of the Best" untuk kategori small business (Indonesia), medium business (Belanda) dan large business (Kanada).Penghargaan ini berhasil didapatkan karena pencapaian bisnis yang diraih Microsoft Indonesia (salah satu dari tim kerja bisnis terbaik dari 30 kandidat), kegiatan citizenship yang telah dilakukan Microsoft Indonesia antara lain membangun 39 CTC dan pusat pembelajaran, dukungan terhadap petani, masyarakat rural dengan akses terhadap teknologi, serta kualitas eksekusi (program citizenship, peluncuran produk, pendidikan bagi mitra dan pelanggan dan pertumbuhan bisnis.Penghargaan ini, menurut Microsoft Indonesia, juga merupakan salah satu tanda bahwa Indonesia juga mampu berprestasi di arena global. (dwn/rou)






Hide Ads