Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Genjot Warnet Legal, Awari Gaet Dell

Genjot Warnet Legal, Awari Gaet Dell


- detikInet

Jakarta - Dell Indonesia dan Asosiasi Warnet Indonesia (Awari) menandatangani surat kerjasama dalam bentuk letter of intent. Melalui kolaborasi ini, Dell menawarkan paket PC (personal computer) yang didesain khusus untuk anggota Awari. Sementara Awari akan memasarkan dan mengelola pemesanan dan pembelian paket tersebut oleh para anggotanya. Menurut Megawaty Khie, Country Manager Dell Indonesia, komputer-komputer tersebut disediakan Dell secara terkustomisasi sesuai kebutuhan anggota Awari. Mega memastikan sistem operasi yang digunakan adalah Microsoft Windows. Sedangkan aplikasi yang lain akan diisi tergantung permintaan, termasuk yang sifatnya Open Source. "Mereka nggak perlu lagi install software macam-macam, yang biasanya bajakan, mereka tinggal langsung colok saja," ujar Mega dalam konferensi pers di InterContinental Mid Plaza, Jakarta, Kamis (30/8/2007).Paket bernama Paket Merdeka Dell-Awari ini ditawarkan sebagai Paket Merdeka A dan Paket Merdeka B. Semua paket terdiri dari PC Desktop Dell OptiPlex 320 dengan spesifikasi untuk client (pengunjung warnet) dan billing system (penjaga warnet).Paket A akan terdiri dari 10 client dan 1 billing, sedangkan paket B 20 Client dan 1 Billing. Warnet juga bisa membeli satuan dengan spesifikasi komputer yang sama. Menurut Ketua Awari, Irwin Day, kerjasama ini berawal dari inisiatif Awari. "Berawal dari testimoni anggota Awari yang telah menggunakan PC Awari selama beberapa tahun. Karena kita sudah kenal dengan Megawaty sebelumnya, kita coba menghubungi, kebetulan disambut baik," ujarnya. Irwin mengatakan sebagian besar warnet di Indonesia menggunakan komputer rakitan dibandingkan komputer bermerek. Di komputer rakitan tersebut, lanjutnya, umumnya terpasang piranti lunak bajakan. Di sisi lain, langkah Awari ini terkesan berseberangan dengan gerakan Open Source yang kerap muncul di kalangan warnet. Irwin menampik bahwa program ini sifatnya bertentangan dengan Open Source. "Bagi kami, yang penting warnet di Indonesia menggunakan (piranti lunak) legal. Apakah Open Source atau proprietary," ia mencoba menjelaskan. Awari, ujar Irwin, tidak akan memaksakan anggotanya menggunakan Dell atau merek lain, termasuk piranti lunaknya. Ia hanya menekankan bahwa harus menggunakan piranti lunak legal atau tanggung sendiri akibatnya.Megawaty mengatakan 85 persen pendapatan Dell berasal dari korporat dan institusional, termasuk UKM. "Kami melihat warnet ini termasuk UKM. Jadi itu salah satu alasan kami melakukan kerjasama ini," kata Mega. Kerjasama ini, lanjut Mega, tidak ada batas waktunya. "Kalau bisa selamanya," ia menambahkan. (wsh/wsh)






Hide Ads