(dbu/dbu)
XL Gelar 63 Km Kabel Bawah Laut Berkapasitas 10 Ghz
- detikInet
Jakarta -
Pada Agustus 2007 jaringan kabel bawah laut PT Excelcomindo Pratama (XL) dari Batam ke Johor Malaysia direncanakan mulai beroperasi. Proyek yang bernama Batam Rengit Cable System (BRCS) itu akan menjadi jembatan penghubung bagi jaringan XL di Indonesia dengan jaringan Telekom Malaysia (TM). Jaringan BRCS digelar sepanjang kurang lebih 63 km. Kapasitas yang tersedia adalah 48 core. Setiap satu pair cable, masing-masing terdiri atas 2 core, memiliki kapasitas inisial hingga sebesar 10 Gigahertz (GHz) yang dapat di-upgrade hingga satuan Terra Bit. Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima detikINET, Selasa (15/5/2007), kerjasama antara XL dengan TM sebagai induknya, akan mendorong XL dalam penyediaan layanan yang lebih kompetitif dari segi kualitas maupun harga."Proyek ini juga sebagai dukungan XL atas rencana pemerintah untuk penyediaan jasa layanan internasional yang ekonomis sehingga dapat mempercepat perkembangan teknologi bagi dunia usaha dan pendidikan di Indonesia," ujar Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL, usai membubuhi tandatangan kerjasama, Senin (14/5/2007) di Bali. Dari pihak TM diwakili oleh Vice President TM Global, Datuk Zaini Diman.Proyek yang telah diinisiasi sejak November 2006 tersebut memberikan keleluasaan bagi XL untuk akses link ke internasional, guna menunjang bisnis internasional XL baik data maupun suara. Direncanakan pada akhir 2007, jaringan tersebut sudah akan beroperasi secara komersial.Adapun menurut Dian Siswarini, Direktur Network XL, ada tiga hal penting yang menjadi agenda dari perjanjian antara XL dengan TM. Tiga hal tersebut yaitu menyangkut hak dan tanggung jawab masing-masing pihak pada pelaksanaan proyek, operasional dan maintenance, serta penyepakatan aspek bisnis. "Dalam hal operasional dan maintenance, XL bertanggung jawab dalam penyiapan kabel optik bawah laut dari Batam ke Malaysia. Sementara itu TM akan menyediakan stasiun pengendali jaringan di Malaysia serta menyediakan jaringan transmisi penghubung," papar Dian.InfrastrukturSaat ini XL sudah memiliki jaringan infrastruktur yang berbasis Internet Protocol (IP). Pada tahun 2006, IP backbone XL sudah tersedia di 19 kota, dan tahun ini akan berkembang menjadi 50 kota. Backbone fiber optic XL berada di sepanjang pulau Jawa, Bali dan Lombok, yang dibangun XL sejak 1996, disambung dengan submarine cable di Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan. Sementara untuk internasional backbone sudah tersambung hingga Singapura dan Malaysia. Semua itu dibangun untuk mendukung kebutuhan IP di Indonesia. XL pun mengklaim bahwa sekitar 60 persen dari jaringan backbone tersebut telah berbasis IP. Selain teknologi 2G, 2,5G, XL juga sudah mengimplementasikan teknologi 3G dan 3,5 G untuk produk-produknya, termasuk untuk integrasi FMC. Dengan infrastruktur yang dimilikinya, XL menyatakan dirinya siap untuk memasuki era full Internet Protocol yang mengedepankan konvergensi layanan voice, data, video dan broadcasting.
(dbu/dbu)
(dbu/dbu)