(lni/wsh)
UKM Indonesia Gemar Belanja TI di Asean
- detikInet
Jakarta -
Bisnis skala kecil dan menengah (UKM) di Asean, termasuk di dalamnya, Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, Filipina dan Vietnam diprediksi akan menginvestasikan sekitar US$ 12,5 milyar atau sekitar Rp 110,25 trilyun (US$1=Rp 8820 Sumber:detik.com) untuk menambahkan infrastruktur TI (Teknologi Informasi) mereka pada 2007. Angka ini meningkat 17 persen dibanding tahun lalu.Survey yang dirilis oleh AMI-Partners tersebut juga memperkirakan Vietnam akan menjadi pelopor pertumbuhan pasar TI Asean dengan investasi TI diprediksi meningkat 24 persen dari tahun lalu.Menurut Balaji Sreedhar, analis AMI-Partners yang berlokasi di Singapura, 3 negara yang mendominasi investasi TI UKM Asean adalah Indonesia, Malaysia dan Singapura."Ketiga negara ini mengkontribusikan lebih dari 66 persen investasi TI kalangan UKM di Asean," ujarnya yang dikutip detikINET dari ZDNet, Selasa (15/5/2007). Tiga teratas yang menjadi prioritas negara-negara tersebut adalah komputasi, Internet dan layanan TI.Sreedhar menambahkan, investasi terbesar Indonesia akan ditanamkan pada komputasi, Internet, kemananan komputer dan teknologi penyimpanan. Sementara Malaysia dan Singapura akan menanamkan investasinya pada komputasi, Internet dan layanan TI.Namun, di mata Sreedhar, UKM Singapura lebih matang dibanding rekannya di Vietnam, Indonesia dan Thailand. Pasalnya, UKM Singapura menanamkan investasinya dengan meningkatkan kuantitas untuk memperkuat infrastruktur TI mereka. Sementara UKM di negara berkembang seperti Thailand dan Indonesia sedang beranjak memulai investasi untuk infrastruktur TI. Penelitian tersebut juga mengungkap, usaha skala kecil dengan kurang dari 99 pekerja akan mampu menyumbang hingga lebih dari dua pertiga total belanja TI Asean. Sebagian besar angka tersebut dihabiskan untuk komputasi, perangkat PC (Personal Computer), server dan printer. Menurut Sreedhar, belanja keamanan, teknologi penyimpanan dan solusi jaringan tidak menghabiskan banyak dana. Pasalnya, usaha skala kecil Asean sedang mempersiapkan infrastruktur TI mereka dan yang menjadi prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan komputasi dasar.Sementara bagi dunia industri, sektor manufaktur mendominasi investasi TI di kawasan Asean. Sebagian besar belanja tersebut berasal dari UKM manufaktur di Indonesia, Filipina dan Vietnam. Sektor lain, menurut AMI-Partners, yang juga berkontribusi terhadap belanja TI adalah layanan profesional seperti perencana keuangan, retail, penagihan dan pembukuan."UKM di sektor manufaktur di negara-negara tersebut baru saja dilengkapi dengan PC dan printer, dan hanya sedikit yang tidak memiliki infrastruktur TI dasar seperti itu," ujar Sreedhar.Diprediksi, seiring dengan kemajuan ekonomi di 3 negara tersebut, UKM manufaktur juga akan semakin tumbuh subur. Hal ini akan menggiring UKM tersebut untuk semakin membelanjakan uangnya untuk TI."Beberapa waktu ke depan, pasar Asean akan semakin menggairahkan. Sehingga para vendor TI seharusnya mengambil langkah dan mulai mencari solusi pemasaran untuk kondisi ekonomi yang spesifik yang ada di Asean," tutup Sreedhar.
(lni/wsh)
(lni/wsh)