Gabungan Koperasi Berniat Jadi Operator Telekomunikasi
- detikInet
Jakarta -
Koperasi Sekunder Telematika Indonesia (KSTI) berminat menjadi operator baru di Tanah Air dan mengklaim akan mengutamakan pembangunan akses telekomunikasi di daerah pedesaan terpencil di kawasan timur Indonesia. "KSTI akan menyediakan layanan telekomunikasi yang murah dan terjangkau kepada masyarakat," ujar Sekretaris Badan Pengurus KSTI, Lukman Adjam, dalam keterangan tertulis yang diterima detikINET, Minggu (11/3/2007).Lukman mengungkap pihaknya akan ikut serta dalam tender penyelenggaraan saluran tetap yang bakal digelar dalam waktu dekat ini. Namun sebelum tender tersebut digelar, lanjutnya, KSTI akan terlebih dahulu meminta lisensi penyelenggara saluran telepon tetap nirkabel dan kabel kepada Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Ditjen Postel), Departemen Komunikasi dan Informatika."Bila Ditjen Postel mengabulkan pengajuan lisensi yang kami ajukan, KSTI akan menyiapkan anggaran belanja modal awal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 70 juta," tukas Lukman.Menurutnya, capex tersebut akan digunakan untuk membangun jaringan di 8 provinsi yang menjadi target ekspansi KSTI, yakni Jawa Barat, Sumatera Barat, Maluku, Kepulauan Riau, Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Utara, dan Papua. "Jumlah provinsi tersebut akan meningkat hingga mencakup sebagian besar wilayah Indonesia," Lukman menandaskan.Pun, KSTI berencana menyiapkan layanan telekomunikasi tetap kabel berbasis protokol Internet (VoIP) dan layanan nirkabel yang berbasis teknologi nirkabel pita lebar (WiMax).Investor AsingKSTI mengungkapkan modal untuk mengembangkan jaringan didapat dari investor asing seperti Cina, Malaysia, dan sebuah operator asal Prancis. "Meski banyak dimodali asing, namun kami akan berusaha mempertahankan kepemilikan terbesar tetap dari Indonesia dan tidak didominasi pihak asing sebagaimana sebagian besar operator lainnya di negeri ini," klaim Lukman.KSTI, seperti disebutkan Lukman, bakal menggunakan perangkat dari vendor Cina untuk membangun infrastruktur jaringan tersebut. "Karena selain pemodal sebagian besar berasal dari negara tersebut, harganya juga dipastikan lebih murah," tukasnya.Namun demikian, dalam keterangan tertulisnya tidak diungkap nama dari vendor yang bakal digandeng KSTI. Sekedar catatan, beberapa vendor telekomunikasi asal Cina yang sudah memasarkan produknya di Indonesia ialah Zhong Xing Telecommunication Equipments (ZTE) dan Huawei.KSTI sendiri didirikan pada 25 Februari 2007 lalu dan turut didukung oleh beberapa tokoh dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) semisal Ketua Umum Mastel Giri Suseno dan Ketua Mastel Sumitro Rustam.Sejatinya, KSTI merupakan gabungan dari tujuh koperasi di Indonesia, yakni Induk Koperasi Pegawai Republik Indonesia (IKP-RI), Koperasi Pegawai Departemen Hukum dan HAM, serta Primer Koperasi Istikom (Inkubator Sistem Teknologi Informasi dan Komunikasi).Kemudian ada pula Koperasi Bina Sejahtera Inti (Kopkar PT Inti), Koperasi Pegawai Pos Indonesia (Koposindo), Koperasi Wredatama P2Tel (Koperasi Pensiunan Pegawai Telkom), dan Koperasi Pensiunan Indosat (Kopensat).
(rou/dbu)