Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Saham Bakrie Telecom Tidak Dijual!

Saham Bakrie Telecom Tidak Dijual!


- detikInet

Jakarta - PT Bakrie Telecom Tbk (Btel) menegaskan pihaknya tidak akan menjual sahamnya untuk saat ini. Pasalnya kebutuhan akan anggaran belanja untuk ekpansi jaringan dan layanan di 2007 sudah terpenuhi. Setidaknya, tidak untuk saat ini.Direktur Corporat Service Btel, Rakhmat Junaedi mengatakan, meski pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan SK Telecom, hal itu bukan berarti Btel akan melepas sahamnya pada operator asal Korea yang juga menggunakan teknologi CDMA tersebut."Memang sudah ada pembicaraan tapi cuma sebatas sharing info dan pengalaman saja sebagai sesama operator CDMA," kata Rakhmat dalam suatu perbincangan di Klub Rasuna, Jakarta, Kamis (1/3/2007).Seperti diketahui, SK Telecom yang merupakan operator seluler terbesar di Korea, mengaku tengah mempertimbangkan pembelian saham Btel untuk ekspansi di Indonesia. Hal itu pun dipertegas juru bicara SK Telecom, Cindy Kang. Seperti dilansir Bloomberg, ia mengatakan pembelian tersebut merupakan salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan, namun dia menolak berkomentar lebih jauh.Saat ini pertumbuhan pelanggan seluler di Korea hampir mencapai titik jenuh, oleh karena itu SK Telecom berniat melakukan ekspansi ke luar negeri, salah satunya dengan membeli saham Btel. Baik SK maupun BTEL sama-sama merupakan operator telekomunikasi berbasis teknologi Code Division Multiple Access (CDMA)."Pembicaraan strategis belum ada," kata Rakhmat. "Jadi, tidak ada penjualan karena capex kami sudah terpenuhi," tegasnya, ketika didesak.Dengan target menggelar jaringan nasional dan penambahan jumlah pelanggan menjadi 3,6 juta maka Btel menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2007 sebesar US$ 220 juta atau sekitar Rp 2 triliun. Sumber dana tersebut, menurut Rakmat sudah dipenuhi oleh vendor financing, institusi finansial dan dana internal perusahaan.Sebelumnya, President Director Btel Anindya Novyan Bakrie mengatakan, Btel saat ini merupakan bisnis inti dari Bakrie & Brothers. "Sepertiga pendapatan Bakrie & Brothers di-generate dari Btel. Jadi itu bukan suatu hal yang kecil, lagipula kebutuhan Capex BTEL di 2007 sudah terpenuhi," paparnya. (rou/dwn)






Hide Ads