Di 2007
Pangsa Pasar Software Indonesia Capai US$ 150 Juta
- detikInet
Jakarta -
Industri piranti lunak (software) di Indonesia tiap tahunnya semakin berkembang. Pada tahun 2007 pangsa pasar software diprediksikan akan mencapai US$ 150 juta ($1 = Rp 9.065, sumber: detikcom).Seperti dijelaskan Djarot Subiantoro, Presiden Asosiasi Piranti Lunak Telematika Indonesia (Aspiluki), jumlah ini meningkat hampir mencapai 22 persen atau setara dengan US$ 123 juta dibandingkan tahun sebelumnya.Dari prediksi tersebut, sektor perbankan dan telekomunikasi dianggap masih menjadi sektor yang paling banyak menyerap pangsa pasar ini. "Kedua sektor tersebut (perbankan dan telekomunikasi) akan menyerap sampai 50 persen, lalu diikuti oleh manufaktur dan otomotif," ujar Djarot kepada wartawan, di sela-sela acara Konferensi Internasional dan Rakornas Telematika KADIN 2007 di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa petang (20/2/2007).Peningkatan ini, lanjut Djarot, terjadi karena semakin meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi (TI) oleh masyarakat Indonesia. Tidak hanya di kota-kota besar, daerah di luar Jakarta pun sudah banyak yang melek TI."Untuk tren perkembangannya, software sudah lebih mengarah menjadi sektor komoditas dengan mengemasnya sebagai suatu services di industri telematika," tambahnya.Sementara itu, peran para pengembang lokal terhadap industri software dalam negeri masih jauh dibandingkan pemain asing. Jika dilihat dari belanja software tahun lalu, pengembang lokal hanya mendapat 20 persen dari seluruh pangsa pasar yang bisa diserap.Pada kesempatan yang berbeda, Cahyana Ahmadjajadi, Dirjen Aplikasi dan Telematika mengungkapkan, dibandingkan beberapa tahun yang lalu komposisi antara penjualan software dan hardware kini berbanding terbalik.Pada waktu itu, permintaan hardware sekitar 80 persen sementara software hanya 20 persen. Namun, kini keadaan itu terbalik dengan permintaan hardware di pasaran hanya sekitar 30 persen sedangkan software mencapai 70 persen.Hal ini, lanjut Cahyana, dipengaruhi oleh semakin berkembangnya teknologi yang meliputi sistem yang terintegrasi, layanan serta konten di dunia industri.
(ash/ash)