Lima Tahun ke Depan
Nilai Industri Telekomunikasi Indonesia Rp 141 T
- detikInet
Jakarta -
Jumlah pengguna layanan telekomunikasi di Indonesia diproyeksikan mencapai 100 juta orang pada lima tahun ke depan. Adapun nilai industrinya akan mencapai besaran Rp 141 triliun. Hal itu disampaikan Dirut Telkom Arwin Rasyid dalam paparan tertulis yang dikutip detikINET, Selasa (19/9/2006). Keterangan tersebut sempat dipaparkan pada rapat dengar pendapat umum di Komisi I DPR kemarin malam.Menurutnya, penetrasi seluler di Indonesia masih sangat rendah ketimbang negara lain di kawasan regional, hanya sekitar 22% dari jumlah penduduk atau 47 juta pada posisi Desember 2005.Namun, jumlah pelanggan seluler di tanah air masih lebih tinggi ketimbang jumlah pelanggan telepon tetap, 47 juta berbanding 13 juta. Ia juga mengatakan, peluang pemasaran masih terbuka lebar berhubung jumlah penduduk yang belum menikmati layanan telekomunikasi masih cukup besar."Dengan jumlah cukup besar yang belum terlayani pada tahun lalu, masih terdapat permintaan yang cukup besar. Dan jumlah ini terus bertambah dengan perkiraan mencapai 100 juta dalam lima tahun ke depan," ujar Arwin.Sementara, nilai industri telekomunikasi pada 2005 mencapai Rp 53,8 triliun. Nilai itu dihasilkan dari kontribusi layanan telepon tetap dan nirkabel sebesar Rp 19,7 triliun atau 33,9%, seluler Rp 32,9 triliun atau 56,6%, serta layanan multimedia berbasis internet sebesar Rp 5,6 triliun atau 9,6%.Dengan peningkatan Compound Annual Growth Rate (CAGR) pada telepon tetap dan nirkabel sebesar 12%, pada seluler sebesar 20%, serta pada multimedia sebesar 29%, menurut Arwin, maka estimasi besaran industri pada 2010 mencapai Rp 141 triliun. (rou)
(donnybu/)