Enterprise Tech
Microsoft Indonesia Hapus Jabatan Vice President
- detikInet
Jakarta -
Tak ada lagi jabatan Vice President Director (VP) di Microsoft Indonesia. Ari Kunwidodo, yang tadinya menjabat VP, mengaku excited dengan jabatan barunya. Penghapusan jabatan VP tersebut terungkap dalam pengumuman perubahan struktural Microsoft Indonesia yang dilakukan Rabu (16/08/2006). Mantan VP Ari Kunwidodo kini menjabat direktur untuk divisi Original Equipment Manufacturing (OEM). Sebelumnya Divisi OEM merupakan bagian dari Small Medium Solution (SMS) and Partner Group. Salah satu tujuan divisi tersebut, ujar Ari, adalah untuk mengembangkan kemitraan dan hubungan yang erat dengan Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). "Saya excited sekali untuk menjalani tugas baru ini," ujar Ari. Ari bergabung dengan jajaran direktur lainnya di Microsoft Indonesia. Semuanya berada di bawah koordinasi President Director Tony Chen.Untuk Enterprise Partner Group, dikepalai oleh Refany Iskandar selaku Corporate Business Director. Fokus grup ini adalah melayani dua industri vertikal: Banking dan Telecommunication. Selain itu grup ini memiliki cakupan industri yang luas di segmen korporasi. SMS Partner Group kini dikepalai oleh Irwan Tirtayadi. Divisi ini menangani tiga authorized distributor besar, lima reseller besar, empat Microsoft Certified Partner untuk support services. Selain itu juga mengelola lebih dari 500 reseller untuk UKM. Divisi Enterprise Services Group akan dikepalai oleh Jorge Caro Gregorio selaku Service Director. Divisi ini menyediakan tenaga ahli, perangkat, serta layanan yang dibutuhkan untuk mendukung lifecycle investasi yang telah dilakukan pelanggan Microsoft. Divisi ini juga meliputi, mitra aliansi global dan Microsoft Certified Solution Provider lokal. Grup lainnya di Microsoft Indonesia adalah Public Sector Group yang dikepalai oleh Chuah Seng Heng dan Business and Marketing Organization yang dikepalai oleh Adam Benzion. Eksekutif lainnya yang diumumkan oleh Microsoft adalah Chief Finance Office Tjandra Setiawan, HR Director Iin Nugroho, serta Premier Support Director Hendra Kusumawidjaja. Pertumbuhan 150 Persen di WindowsPada saat yang sama Microsoft mengumumkan pertumbuhan bisnis global pada tahun fiskal 2006. Adam Benzion mengatakan, pertumbuhan bisnis dari tahun fiskal 2005 ke 2006 meningkat 23 persen. Tahun fiskal 2006 berakhir 30 Juni 2006. Perinciannya, ujar Benzion, adalah sebagai berikut: Windows Product naik 150 persen. Server Business meningkat 46 persen. Database Business naik 104 persen. Microsoft Business Solution naik 31 persen. Office Application tumbuh 35 persen. Live Conferencing naik 700 persen. Adam mengatakan Microsoft Corp untuk kwartal ke-empat tahun fiskal 2006 mencatat penghasilan global US$ 11,8 miliar. Ini menunjukkan peningkatan 16 persen dari kuartal yang sama di periode sebelumnya. Sedangkan kalau dihitung total, tahun fiskal 2006 mencatatkan pertumbuhan 11 persen menjadi US$ 44,28 miliar. Dari sisi pendapatan operasional, kuartal terakhir tahun fiskal 2006 mencatatkan pendapatan US$ 3,88 miliar. Ini merupakan peningkatan 30 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 2,99 miliar. Untuk total tahun fiskal 2006 pendapatan operasional itu mencapai US$ 16,47 miliar, meningkat 30 persen lebih dari tahun sebelumnya. Beberapa yang turut mendorong pertumbuhan itu adalah peluncuran produk seperti Xbox 360, SQL Server 2005, Visual Studio .NET 2005, serta Microsoft Dynamic CRM 3.0. "Kombinasi dari semua itu menghasilkan pertumbuhan 31 persen untuk revenue per kuartal," ujar Adam. Microsoft, ujar Adam, akan berharap banyak pada peluncuran Windows Vista, Microsoft Office 2007 dan Exchange Server 2007 untuk memperkuat pertumbuhan Microsoft di tahun fiskal 2007. Windows Vista, penerus Windows XP, serta Microsoft Office 2007 akan diluncurkan untuk corporate services pada Desember 2006. Sedangkan untuk ritel baru akan diluncurkan Januari 2007. (wsh)
(wicak/)