Perusahaan Teknologi Ramai Lakukan PHK, Kok Apple Kebal?

Perusahaan Teknologi Ramai Lakukan PHK, Kok Apple Kebal?

ADVERTISEMENT

Perusahaan Teknologi Ramai Lakukan PHK, Kok Apple Kebal?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 22 Jan 2023 14:00 WIB
A demonstration of the newly released Apple products is seen following the product launch event at the Steve Jobs Theater in Cupertino, California, U.S. September 12, 2018. REUTERS/Stephen Lam
Perusahaan Teknologi Ramai Lakukan PHK, Kok Apple Bisa Kebal? Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta -

Enam bulan terakhir ramai berita PHK yang dilakukan oleh perusahaan teknologi raksasa seperti Meta, Twitter, Google, Amazon, hingga Microsoft. Namun ada satu nama yang sepertinya 'kebal' dari terjangan badai PHK yaitu Apple. Kok bisa?

Meskipun penyebab PHK di masing-masing perusahaan tidak sama, sebagian besar dari perusahaan yang melakukan PHK menyalahkan kondisi ekonomi makro yang melemah dan kemungkinan resesi di masa depan sebagai alasan untuk mengencangkan ikat pinggang.

Namun salah satu faktor lainnya yang tidak kalah penting adalah pertumbuhan perusahaan teknologi yang sangat pesat dalam dua tahun terakhir.

Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 membuat layanan dan aplikasi internet menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Lonjakan pengguna ini tentu berdampak positif bagi bisnis perusahaan teknologi.

Setelah penjualan dan profit terus melesat pada tahun 2021, perusahaan teknologi juga memperbesar jumlah tenaga kerjanya dengan merekrut karyawan baru dan berharap kesuksesan ini akan terus awet ke depannya.

Tentu saja harapan itu tidak sesuai dengan kenyataan. Ekonomi dunia menjadi lesu karena berbagai faktor, pertumbuhan perusahaan melambat, dan perusahaan harus melakukan penyesuaian salah satunya dengan PHK.

Tapi lain ceritanya dengan Apple. Di saat perusahaan teknologi lain jor-joran merekrut karyawan baru, tingkat rekrutmen Apple selama dua tahun terakhir tidak naik signifikan dan mereka juga belum mengumumkan PHK.

Hingga September 2022, Apple memiliki 164.000 karyawan yang mencakup karyawan korporat dan staf ritel untuk tokonya. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2021, kenaikan rekrutmen hanya sekitar 6,5% atau setara dengan 10.000 karyawan.

Apple juga membuka rekrutmen dengan lebih hati-hati pada tahun 2020, menambah kurang dari 7.000 karyawan baru pada tahun sebelum September 2021, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (21/1/2023).

Berbeda dengan Alphabet, perusahaan induk Google yang baru saja mengumumkan PHK terhadap 12.000 karyawan. Pada tahun 2020, Alphabet merekrut 16.000 karyawan baru, diikuti dengan 21.000 karyawan baru pada tahun 2021.

Tapi pertumbuhan jumlah karyawan di Alphabet terbilang lebih konstan bahkan sebelum pandemi. Hingga akhir 2021, Alphabet memiliki total 156.500 karyawan.



Simak Video "Kabar Terbaru, Amazon Akan PHK 18 Ribu Karyawan"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT