Resesi Hantui Raksasa Teknologi, Dari Meta Sampai Microsoft

Resesi Hantui Raksasa Teknologi, Dari Meta Sampai Microsoft

ADVERTISEMENT

Resesi Hantui Raksasa Teknologi, Dari Meta Sampai Microsoft

Anggoro Suryo - detikInet
Kamis, 19 Jan 2023 21:40 WIB
Resesi adalah situasi yang terjadi ketika pertumbuhan ekonomi suatu negara negatif selama dua kuartal berturut-turut. Ini daftar negara yang terancam resesi.
Foto: Gary Hershorn/Getty Images
Jakarta -

Kondisi ekonomi global yang melemah dampaknya ikut terasa di berbagai perusahaan teknologi, terutama karena kebanyakan bisnis mereka sempat melesat pada awal pandemi.

Misalnya lima perusahaan teknologi terbesar di AS, yang semuanya diperkirakan akna mencatatkan penurunan profit besar selama periode Oktober-Desember 2022, dan bakal melakukan berbagai penyesuaian di dalam perusahaannya itu.

Ke-5 perusahaan itu adalah Meta, Amazon, Apple, Alphabet, dan Microsoft. Dari semuanya itu, Meta dan Amazon diperkirakan akan mencatatkan penurunan yang terbesar, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (19/1/2023).

Para analis sudah menurunkan proyeksi pemasukan total dari ke-5 perusahaan tersebut, dengan besaran hingga 5% untuk rentang waktu Oktober hingga Januari.

"Saya memperkirakan tak akan ada kabar bagus untuk sementara, setidaknya selama tiga kuartal ke depan. Saya juga memperkirakan lebih banyak PHK yang terjadi," kata Siddharth Singhai, chief investment officer di perusahaan investasi Ironhold Capital.

Misalnya Amazon, perusahaan besutan Jeff Bezos, yang diperkirakan pemasukannya turun 38% dan pertumbuhan revenuenya diperkirakan paling lambat dalam 22 tahun terakhir. Mereka sudah mulai mengumumkan akan melakukan PHK yang jumlahnya diperkirakan mencapai 18 ribu orang.

PHK ini dilakukan karena Amazon terlalu banyak merekrut pegawai baru karena permintaan yang begitu tinggi saat awal pandemi. Sama seperti Meta yang sangat banyak merekrut pegawai baru karena penggunaan media sosial meroket saat banyak orang yang bekerja dari rumah saat awal pandemi.

Pada November 2022 lalu Meta memutuskan untuk mem-PHK 11 ribu pegawai dan keuntungan Q4 2022 mereka diperkirakan merosot 42%, yang sudah turun sebanyak lima kuartal berturut-turut. Pemasukannya pun diperkirakan turun 7%.

Ke-5 perusahaan teknologi terbesar itu meningkatkan jumlah karyawannya hingga 45% selama 2020 dan 20,5% pada 2021, Apple adalah perusahaan yang paling sedikit menambah jumlah karyawan.

"Kami memperkirakan tambahan 5%-10% PHK di sektor teknologi karena banyak perusahaan ini yang mengeluarkan uang seperti rockstar tahun 1980an," kata analis di Wedbush Dan Ives.

Kabar terbaru adalah Microsoft akan melakukan PHK terhadap 10 ribu pegawai secara bertahap hingga Maret 2023. Kondisi keuangan perusahaan asal Redmond, AS, itu pun tak baik-baik saja. Pemasukannya diperkirakan hanya tumbuh 2,4%, terendah dalam 24 kuartal terakhir, sementara profitnya diprediksi turun 9%.

Sementara Apple pemasukannya diperkirakan akan merosot untuk pertama kalinya dalam 15 kuartal terakhir. Terutama setelah Foxconn, mitra perakit iPhone-nya, mengalami masalah besar di pabrik iPhone di China terkait masalah lockdown.



Simak Video "Kelesuan Pasar Global Sebabkan PHK Massal Industri Padat Karya"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT