Amazon Goyah PHK 18 Ribu Karyawan, Pendirinya Turun Gunung?

Amazon Goyah PHK 18 Ribu Karyawan, Pendirinya Turun Gunung?

ADVERTISEMENT

Amazon Goyah PHK 18 Ribu Karyawan, Pendirinya Turun Gunung?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 05 Jan 2023 15:20 WIB
Jakarta -

Raksasa toko online Amazon sedang menghadapi masa genting di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu. Bahkan seorang analis memperkirakan Jeff Bezos akan kembali untuk memimpin perusahaan yang ia dirikan itu.

Michael Batnick, Managing Partner di Ritholtz Wealth Management memprediksi Bezos bisa saja kembali lagi untuk memimpin dan memperbaiki Amazon.

Menurutnya, Bezos akan mengikuti langkah Bob Iger, mantan CEO Walt Disney Company yang kembali dari masa pensiunnya untuk menggantikan penerusnya Bob Chapek.

"Jeff Bezos menghabiskan 27 tahun di Amazon dan telah pergi kurang dari dua tahun. Pada tahun 2023 ia akan mengikuti jejak Bob Iger dan kembali untuk menstabilkan kapal," kata Batnick, seperti dikutip dari MarketWatch, Kamis (5/1/2023).

Seperti diketahui, Bezos mundur dari jabatannya sebagai CEO Amazon pada tahun 2021. Saat ini posisi tersebut dipegang oleh Andy Jassy yang sebelumnya menjabat sebagai SVP dan CEO Amazon Web Services.

Setelah mundur dari Amazon, Bezos mengatakan akan menghabiskan waktunya untuk kegiatan amalnya dan perusahaannya yang lain, termasuk perusahaan luar angkasa Blue Origin dan media The Washington Post.

Namun bukan berarti Bezos benar-benar menghilang dari Amazon. Pria berkepala plontos itu masih memiliki pengaruh yang kuat sebagai pemegang saham individu terbesar dan pemimpin dewan direksi.

Amazon sendiri baru saja mengumumkan akan merumahkan lebih dari 18.000 karyawan. Sama seperti banyak perusahaan teknologi lainnya, Amazon merekrut karyawan dalam jumlah besar selama pandemi untuk memenuhi permintaan konsumen yang beralih ke belanja online.

Namun pertumbuhan perusahaan mulai melambat karena konsumen yang kembali memilih belanja offline setelah pandemi mereda, serta kondisi ekonomi yang tidak menentu yang memaksa konsumen dan bisnis untuk berhemat. Pada tahun 2022, nilai saham Amazon bahkan merosot hingga 50%.

(vmp/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT