Pakar Cemaskan Nasib Mark Zuckerberg

Pakar Cemaskan Nasib Mark Zuckerberg

ADVERTISEMENT

Pakar Cemaskan Nasib Mark Zuckerberg

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 05 Jan 2023 07:15 WIB
Mark Zuckerberg Meta
Mark Zuckerberg. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Mark Zuckerberg giat mengkampanyekan jagat virtual metaverse sebagai masa depan internet, bahkan membentuk perusahaan baru Meta sebagai induk Facebook. Akan tetapi sejauh ini, hasilnya belum tampak dan masa depan pun jadi cukup mengkhawatirkan.

Harga saham Meta anjlok sampai 70% tahun silam dan harta Zuckerberg pun menurun drastis. Investor mempertanyakan perjudian ke Metaverse yang menelan anggaran besar namun belum ada hasilnya.

Menurut pakar, memang Facebook sendiri terancam seiring perubahan teknologi dan industri. "Mereka akan terpuruk oleh gelombang baru teknologi," cetus Steven Levy, editor majalah teknologi Wired.

Munculnya teknologi mobile dan juga lainnya, memang adalah ancaman luar biasa untuk Facebook, kata Levy, dan itulah yang memicu strategi metaverse Zuckerberg. Menurutnya, Zuckberg paranoid tentang tren teknologi besar berikutnya.

"Dia tidak ingin menjadi korban dilema sang inovator... jadi dia terobsesi dengan realitas virtual," sebut Levy yang dikutip detikINET dari News9.

Masalahnya menurut David Katz, bos Matrix Asset Advisors, Zuckerberg telah 'tuli' saat menggelontorkan miliaran dan sumber daya besar ke proyek metaverse. Akibatnya, Meta adalah saham teknologi berkinerja terburuk. "Salah satu alasan pasar begitu frustrasi dengan (Meta) adalah karena perusahaan membiarkan biaya menjadi liar," paparnya.

Namun terlepas dari segala keraguan yang masih ada, Levy menyebut Mark Zuckerberg adalah sosok genius yang mungkin harus diberi kesempatan untuk memenangkan taruhan besarnya, jika dia bisa menekan biaya dan tidak kehilangan fokus di Facebook, Instagram, Reels, dan WhatsApp.

"Dia seorang visioner yang telah menjalankan bisnis yang spektakuler," kata Levy.



Simak Video "Saham Meta Meroket 23%, Kekayaan Mark Zuckerberg Tembus Rp 1000 T"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT