Bye Cara Manual! Cek Stok Gudang Bisa Diakses Online

Bye Cara Manual! Cek Stok Gudang Bisa Diakses Online

ADVERTISEMENT

Bye Cara Manual! Cek Stok Gudang Bisa Diakses Online

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 23 Des 2022 21:33 WIB
Startup4Industry
Foto: Engineering Solution Technology
Jakarta -

Pelaku usaha kadang kebingungan saat mengetahui stok barang jualannya hilang atau menemukan jumlah yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Menghitung secara manual cukup menghabiskan waktu terlebih jika ada human error saat mengatur stok.

Permasalahan ini dijawab oleh salah satu finalis kompetisi Startup4industry 2022 yang dibesut Kementerian Perindustrian terdapat Industri Kelas Menengah (IKM). Adalah PT Surya Sarana Dinamika (SSD) yang membuatnya

Jawara ke-3 Startup4industry 2022 ini membantu IKM di Indonesia dengan menciptakan suatu software bernama warehouse management system. Fungsinya untuk memiliki kelengkapan data mulai dari pencatatan produk masuk keluar dari gudang, jadwal produksi kapan, pengiriman produk kapan hingga cek quality kapan yang tersimpan dalam software tersebut.

Talenta Amelia, Business Development SSD mengatakan apabila pencatatan gudang berantakan, tentu akan berdampak terutama kinerja karyawan yang tidak efektif dalam mengerjakan pekerjaannya. Selain itu, dapat mengganggu jadwal pengiriman apabila barang tersebut hilang atau tidak ditemukan. Selain itu juga berdampak pada branding perusahaan sampai ke income perusahaan itu sendiri.

"Jadi, kami ingin memberikan kemudahan untuk mengontrol apa yang terjadi di gudang baik dari proses pengiriman, penerimaan, penyimpanan dan perpindahan juga pengambilan. Kalau kita lihat di produksi ya, kan ada kodenya di simpen di rak A, B, atau C. Nah, itu kita bisa tracing ngambilnya dimana, kadaluarsanya kapan jadi bisa tahu first in first out apa yang dibutuhkan IKM dengan kepemilikan gudang dengan menaruh barcode di setiap produknya," terangnya.

Talenta mengungkapkan software warehouse management system membantu IKM mengurangi kerugian stok barang setelah proses produksi sampai pengiriman, menyediakan data stock produk yang mampu menghasilkan efisien SDM maupun waktu.

Melengkapi software tersebut, SSD menghadirkan Artaka, merupakan aplikasi pembukuan digital untuk membantu industri UMKM yang sebelumnya unbankable menjadi bankkable. VP Business Development Artaka, Dedy Santoso menjelaskan hampir seluruh UMKM yang berada di micro dan macro tidak memiliki pencatatan pembukuan yang lengkap. Hal ini membuat Artaka terpacu untuk mengedukasi perihal pembukuan digital dengan sangat mudah.

"Tidak banyak UMKM yang memiliki pencatatan pembukuan usaha yang baik. Mulai dari stok hingga laba juga arus kas bisa diperoleh hanya dengan satu aplikasi ini. Hanya dengan Rp22ribu per bulan UMKM yang berlangganan bisa mendapat layanan tersebut. Data yang sudah tercatat nanti bisa di download dan setelah itu data bisa segera dihapus. Jadi tidak perlu khawatir data tersebut dipergunakan tidak semestinya," jelasnya.

Keunggulan Artaka, lanjut Dedy, yakni memberikan banyak kemudahan termasuk memberikan microsite yang bisa digunakan untuk penjualan. Pihaknya juga telah bekerja sama dengan berbagai metode pembayaran sehingga pelanggan bisa dengan mudah menyelesaikan pembelanjaannya. Terlebih lagi, pelaku UMKM bisa mendapatkan laporan laba rugi, arus kas dan neraca.

"Kami melatih 10 mitra IKM selama 10 minggu dimana mereka akhirnya telah memiliki laporan keuangan laba rugi, arus kas dan neraca. Lalu, kami juga menyediakan microsite untuk mereka berjualan layaknya marketplace dengan berbagai e-catalognya. Pelanggan dapat membeli dan memilih berbagai layanan payment method elektronik beserta QR payment dan membuat kesepakatan dengan Telkomsel sebagai suplayer di 99% usahaku serta mendapatkan free voucher adsense MyAds sebesar Rp250ribu," pungkas Dedy.



Simak Video "Di Balik Badai PHK Bisnis Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT