Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Software Lokal Ditantang ke Tingkat Asia

Software Lokal Ditantang ke Tingkat Asia


- detikInet

Jakarta - Ajang adu software skala Asia Pasifik (Asia Pacific Information and Communication Technology Awards/APICTA) akan digelar untuk keenam kalinya, di Macau 1-4 November 2006. Para pengembang software Indonesia, ditunggu keikutsertaannya dalam ajang yang melombakan 15 kategori.Kontingen Indonesia akan berangkat di bawah bendera Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki). Untuk ajang tersebut, Aspiluki menggelar ajang penjaringan peserta yang digelar mulai 1 Juli 2006. "Harapan kami, tanggal 25 Agustus 2006 sudah bisa diketahui peserta-peserta yang akan ikut dalam APICTA," kata Djarot Subiantoro, Presiden Aspiluki, dalam perbincangan dengan detikINET, di Jakarta, Senin (31/7/2006).Karya-karya ICT yang masuk akan diseleksi, dan dipilih masing-masing tiga peserta untuk masing-masing kategori. Kategori karya yang dilombakan, beragam mulai dari aplikasi untuk pemerintahan, pendidikan dan pelatihan, pariwisata, media dan hiburan, industri finansial, dan lain sebagainya. APICTA diikuti oleh ratusan peserta, dari 16 negara. Para peserta berkesempatan untuk melakukan benchmark dengan software yang dihasilkan negara-negara lain. Di ajang ini juga, peserta mendapatkan kesempatan untuk menjajaki aliansi bisnis, dan kemungkinan mendapatkan investor strategis atau modal ventura, serta kemungkinan mendapatkan calon pembeli dari perusahaan-perusahaan negara anggota APICTA.Terbuka untuk Semua Menurut Djarot, peserta APICTA tidak dibatasi dari kalangan tertentu saja, melainkan terbuka bagi berbagai kalangan mulai dari sekolah, universitas, bisnis, pemerintahan dan BUMN, lembaga riset bahkan untuk perusahaan yang baru berdiri sekalipun. "Tidak ada syarat khusus, kecuali mereka harus membuat karya dalam bidang ICT. Karya-karya yang masuk akan dinilai dari segi keunikan, inovasi dan punya potensi komersial di regional Asia Pasifik," papar Djarot.APICTA biasanya digelar dalam bentuk pameran, di mana para peserta dapat melihat karya masing-masing peserta dari berbagai negara. Selain itu, para peserta juga diminta untuk mempresentasikan karyanya di hadapan juri. Untuk itu, kemampuan presentasi dan bahasa Inggris sangat menentukan penilaian terhadap karya.Untuk mempersiapkan penilaian, para peserta akan menjalani program pelatihan (coaching). Djarot juga mengemukakan, bahwa karya yang jadi pemenang dalam lomba tidak harus karya terbaru. Karya lama pun pernah menjadi pemenang, karena dinilai sudah teruji, terbukti bagus, dan sudah banyak dipakai.Selama ini, APICTA banyak dimenangkan oleh peserta dari Hongkong dan Singapura. Dan Indonesia, pada tahun 2005 menjadi juara untuk kategori software pendidikan dan pelatihan, layanan kesehatan, aplikasi e-government, komunikasi, keuangan, media dan hiburan, dan beberapa kategori lainnya."Tapi kita juga tetap harus mewaspadai para peserta dari negara-negara yang tadinya dianggap underdog seperti Vietnam, Pakistan dan Sri Lanka. Mereka tadinya tidak pernah menang, tapi sekarang mulai berhasil menyandang Merit Award (peringkat kedua)," papar Djarot. (nks) (ketepi/)






Hide Ads