Gawat, Pengiklan Besar Ramai Tinggalkan Twitter

Gawat, Pengiklan Besar Ramai Tinggalkan Twitter

ADVERTISEMENT

Gawat, Pengiklan Besar Ramai Tinggalkan Twitter

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 06 Nov 2022 22:00 WIB
A sign is pictured outside the Twitter headquarters in San Francisco, Wednesday, Oct. 26, 2022. A court has given Elon Musk until Friday to close his April agreement to acquire the company after he earlier tried to back out of the deal. (AP Photo/Godofredo A. Vásquez)
Kantor Twitter. Foto: AP/Godofredo A. Vásquez
Jakarta -

Elon Musk sedang berupaya meningkatkan pendapatan Twitter, tapi ada masalah besar yang dihadapinya. Para pengiklan kelas kakap ramai meninggalkan Twitter. Ada apa gerangan?

Rupanya, para pengiklan khawatir Twitter akan dipenuhi ujaran kebencian setelah Elon Musk mengindikasikan akan melonggarkan moderasi. Kebebasan berbicara yang didengungkan Elon dicemaskan malah akan memperburuk citra Twitter dan membuat pengiklan mundur.

Saat ini pun, Twitter kabarnya sudah dipenuhi konten tidak pantas. Salah satu pengiklan besar yang menagguhkan iklan di Twitter adalah Audi. "Kami akan terus mengevaluasi situasi," cetus juru bicara perusahaan mobil asal Jerman itu.

Ada pula General Motors yang juga untuk sementara tidak beriklan di Twitter. "Kami mencoba untuk memahami arah dari platform ini," kata mereka, dikutip detikINET dari Newsweek.

Pfizer sampai Volkswagen kabarnya melakukan langkah serupa. Di sisi lain, koalisi hak-hak sipil berjuluk #StopToxicTwitter, meminta perusahaan besar menghentikan iklan di Twitter.

Kelompok ini telah mengirim surat ke Amazon, Apple, Coca Cola, Disney, sampai Procter & Gamble. Mereka menilai ujaran kebencian dan konten-konetn sejenis telah meningkat di Twitter semenjak dikendalikan oleh Elon Musk.

Elon Muk sendiri mengakui bahwa mengatakan pendapatan Twitter jadi turun setelah ditinggal pengiklan. Dalam wawancara di event Baron Investment Conference, Musk kembali menegaskan komentarnya soal tekanan dari kelompok aktivis.

"Kami tidak mengubah operasional kami sama sekali," kata Musk saat berbicara di atas panggung dalam event tersebut, seperti dikutip dari CNBC.

"Dan kami telah melakukan yang terbaik untuk memuaskan mereka dan tidak ada yang berhasil. Jadi ini menjadi kekhawatiran utama. Dan saya pikir sejujurnya ini merupakan serangan terhadap Amandemen Pertama," imbuhnya sambil merujuk pada aturan konstitusi Amerika Serikat yang menjamin kebebasan berpendapat.



Simak Video "Elon Musk Bakal Bentuk Dewan Moderasi Twitter, Apa Tugasnya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT