Mengerikan, Harta Zuckerberg Amblas Rp 1.500 Triliun

Mengerikan, Harta Zuckerberg Amblas Rp 1.500 Triliun

ADVERTISEMENT

Mengerikan, Harta Zuckerberg Amblas Rp 1.500 Triliun

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 31 Okt 2022 11:45 WIB
Mark Zuckerberg Meta
Mengerikan, Harta Zuckerberg Amblas Rp 1.500 Triliun. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Belakangan ini, Mark Zuckerberg sedang terpuruk. Betapa tidak, dalam 13 bulan terakhir, harta miliknya terkikis USD 100 miliar atau lebih dari Rp 1.500 triliun. Ada apa gerangan?

Saat ini menurut Bloomberg Billionaires Index, harta sang pendiri Facebook 'hanya' di kisaran USD 37 miliar. Biasanya langganan 5 besar, Zuck pun terlempar jauh hingga keluar dari deretan 20 orang terkaya di dunia.

Seperti dikutip detikINET dari New York Post, pada September 2021, kekayaan Zuck mencapai titik tertinggi, yaitu USD 142 miliar. Akan tetapi kemudian, harga saham Meta terus menurun dan berdampak langsung pada kekayaannya.

Sejak waktu itu, harga saham Meta sudah jatuh lebih dari 67%, termasuk terpangkas 25% dalam laporan keuangan terbarunya, di mana profit Meta mengalami penurunan yang cukup masif.

Harga saham sempat mencapai USD 97,95, terendah sejak tahun 2016. Pada titik puncaknya, harga saham Meta pernah diperdagangkan sampai USD 382 per lembar.

Pada Mei 2020, Mark Zuckerberg adalah manusia terkaya ketiga di dunia, hanya kalah dari Jeff Bezos dan Bill Gates ketika itu. Kemudian, Elon Musk melesat hartanya dan menjadi orang terkaya di dunia.

Ada beberapa faktor di balik anjloknya saham Meta. Salah satunya, investor cemas bahwa Meta menghabiskan terlalu banyak uang untuk mengembangkan metaverse, dunia virtual yang digadang Zuckerberg menjadi masa depan internet.

Untuk pengembangan metaverse, Meta menghabiskan USD 10 miliar atau sekitar Rp 155 triliun per tahun. Pengeluaran itu dinilai terlalu banyak untuk sebuah teknologi yang belum terbukti dan membingungkan. Jika metaverse baru populer 10 tahun lagi, maka anggaran bisa tembus USD 100 miliar.

"Orang-orang bingung dengan apa maksud metaverse. Jika sebuah perusahaan hanya berinvestasi USD 1 miliar sampai USD 2 miliar ke proyek ini, mungkin bukan masalah," tulis Brad Gerstner, CEO Altimeter Capital yang memegang 2 juta saham Meta.

"(Namun) investasi yang diperkirakan mencapai USD 100 miliar ke masa depan yang tidak diketahui adalah mengerikan, bahkan untuk standar Silicon Valley," kritiknya.

Lihat juga video 'Rusia Labeli Meta Mark Zuckerberg Sebagai Organisasi Teroris-Ekstremis':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT