BeProfesion, Startup Besutan Mahasiswa UGM Bantu Sertifikasi Profesi

ADVERTISEMENT

BeProfesion, Startup Besutan Mahasiswa UGM Bantu Sertifikasi Profesi

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 30 Okt 2022 20:05 WIB
BeProfesion, startup besutan mahasiswa UGM bantu raih sertifikat profesi
Foto: BeProfesion
Jakarta -

Belakangan banyak perusahaan yang mempertimbangkan kepemilikan sertifikasi profesi dan kompetensi bagi calon karyawan dalam proses rekrutmen. Sertifikasi ini menunjukkan keunggulan kompetitif seseorang sehingga akan memberikan nilai tambah di hadapan perusahaan atau klien, serta merepresentasikan kompetensi lintas sektor dan lintas negara.

Selain itu, kepemilikan sertifikasi profesi dan kompetensi dapat menunjang karir profesional yang mendorong potensi untuk memperoleh pekerjaan dan gaji yang lebih tinggi.

Sertifikasi profesi dan kompetensi menjadi salah satu tolak ukur keahlian seseorang yang didapatkan melalui proses pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja pada bidang terkait.

Kredibilitas sertifikasi juga ditentukan oleh organisasi, lembaga, ataupun asosiasi profesi yang memberikan sertifikasi tersebut. Pada umumnya, sertifikasi profesi diselenggarakan oleh lembaga khusus seperti Lembaga Sertifikasi Profesional (LSP). Contoh dari sertifikasi profesi di antaranya adalah Certified Public Accountant (CPA) oleh IAPI, Aktuaris (FSAI) oleh PAI, Certified Risk Associate (CRA), Certified Human Resources Professional (CHRP), dan lain sebagainya.

"Proses mendapatkan sertifikasi profesi atau kompetensi bukanlah hal yang mudah. Kompleksitas soal ujian, sumber belajar yang minim, biaya bimbingan yang mahal, maupun keterbatasan tempat, waktu, dan tenaga dapat menjadi kendala bagi kandidat profesional dalam memperoleh serrtifikasi. Maka dari itu, BeProfesion berkomitmen untuk membantu persiapan ujian sertifikasi profesi dan kompetensi dengan fasilitas lengkap dan harga terjangkau," ujar Catur Prasetyo Nugroho, CEO BeProfesion.

Proses mendapatkan sertifikasi profesi yang tidak mudah telah mendorong Catur mendirikan BeProfesion. Mulanya, mahasiswa semester 7 Prodi Ilmu Aktuaria Universitas Gadjah Mada ini merasa kesulitan ketika ingin mengikuti ujian sertifikasi profesi aktuaris.

Sumber belajar yang sesuai dengan silabus ujian hanya sedikit sehingga menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap konsep dasar dan materi yang diujikan, ditambah dengan soal-soal ujian yang sangat sulit. Belum lagi biaya kursus persiapan ujian pada umumnya sangat mahal.

Lewat BeProfesion, Catur ingin menghadirkan platform pembelajaran ujian sertifikasi dengan fasilitas yang lengkap. Mencakup konsep materi yang didasarkan pada silabus ujian dan sering diujikan di berbagai ujian sertifikasi, video pembelajaran yang mudah diakses, try out ujian dan pembahasan soal, grup diskusi untuk konsultasi, dan kursus interaktif dengan mentor ahli via Zoom Application.

"BeProfesion merupakan sebuah platform pembelajaran online karya anak bangsa yang memiliki visi meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia agar mampu bersaing di tingkat dunia," kata Catur.

"Mulai dari persiapan ujian keprofesionalan yang diakui secara nasional hingga persiapan ujian keprofesionalan yang diakui secara global, semua akan tersedia di BeProfesion. Pengajar terpercaya, fasilitas pembelajaran yang lengkap, mudah diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun serta harga yang terjangkau memungkinkan siapa saja bisa jadi profesional.

BeProfesion bekerja sama dengan mitra guna menunjang pembelajaran terbaik bagi kandidat profesional dalam berbagai bidang yang meliputi pengembangan diri, kemampuan berbahasa, persiapan ujian sertifikasi profesi dan ujian kompetensi, serta pelatihan.

Sejak launching pada Agustus 2021 hingga Oktober 2022, register di BeProfesion telah mencapai 1.916 users dengan 743 users aktif. BeProfesion telah mendorong banyak calon kandidat profesional untuk meraih sertifikasi profesi.



Simak Video "Mitos dan Fakta Seputar Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT