Xi Jinping Makin Digdaya, Saham Raksasa Teknologi China Rontok

Xi Jinping Makin Digdaya, Saham Raksasa Teknologi China Rontok

ADVERTISEMENT

Xi Jinping Makin Digdaya, Saham Raksasa Teknologi China Rontok

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 24 Okt 2022 22:05 WIB
Chinese President Xi Jinping speaks at the closing ceremony of the 20th National Congress of the Communist Party of China, at the Great Hall of the People in Beijing, China October 22, 2022. REUTERS/Tingshu Wang
Foto: REUTERS/Tingshu Wang
Beijing -

Presiden China, Xi Jinping, makin berkuasa di China. Akan tetapi hal itu malah berdampak buruk pada sektor teknologi di mana saham beberapa perusahaan teknologi negara itu anjlok berbarengan.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, saham Alibaba dan Tencent turun sekitar 11% di Asia. Kemudian saham mesin cari Baidu turun 12%, serta perusahaan pengantaran makanan Meituan terpangkas lebih dari 14%.

Itu setelah Xi Jinping berkuasa untuk periode ketiga dan mengisi Komite Pengarah Politburo dengan para loyalisnya. Komite tersebut punya kekuatan besar dalam kebijakan-kebijakan pemerintah China.

Kebijakan Xi Jinping pun diprediksi akan semakin mulus, bahkan jikalau pun salah atau tidak tepat, dan bisa semakin menekan pertumbuhan sektor teknologi. Padahal saat ini pun, perusahaan teknologi termasuk para pentolannya seperti Jack Ma sudah dihambat berbagai macam tekanan.

"Saat ini di mana komite pengarah Politburo diisi dengan orang pilihan Xi sendiri, menjadi jelas tidak ada elit politik lain yang berani menantang kesalahan kebijakan Xi," cetus Xi Sun, dosen senior di King's College London.

"Maka sebagai hasilnya, cenderung tidak mungkin bahwa kebijakan-kebijakannya akan dibatalkan atau dikoreksi, yang berujung pada perkiraan ekonomi yang sangat suram," tambah dia.

Berkaca pada kebijakan seperti zero covid misalnya, memang membuat ekonomi China mengalami kesulitan besar. Tak heran miliaran dolar valuasi raksasa teknologi telah terpangkas. Tencent dan Alibaba juga melaporkan perlambatan pertumbuhan terbesar dalam sejarahnya di tahun 2022 ini.

"Saham teknologi tidak pernah menjadi teman baik Xi Jinping dan jelas bahwa pasar berpikir hal itu akan berlanjut," ujar Justin Tang, kepala riset Asia dai United First Partners.



Simak Video "Eks Presiden Rusia Lakukan Pembicaraan Mendadak dengan Xi Jinping"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT