Enterprise Tech
Samsung Targetkan Penjualan TI Korporasi US$45 Juta
- detikInet
Jakarta -
Samsung optimis meraih omzet penjualan untuk keseluruhan lini produk berbasis teknologi informasi, khususnya di segmen bisnis korporasi di Indonesia, sebesar US$45 juta atau 35% dari pangsa pasar.Hal itu diungkap Sales Director PT Samsung Electronic Indonesia Christian Sudibjo pada ajang Samsung IT Roadshow 2006. "Kami optimis mencapai target penjualan US$45 juta pada akhir 2006 dengan menguasai 35% pasar korporasi. Kami begitu menggebu-gebu karena segmen korporasi B2B (business to business) sendiri naik 50-60% tahun ini," ujarnya di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Jumat (14/7/2006).Adapun produk TI yang diandalkan untuk merebut pasar itu yakni melalui perangkat LCD Monitor, Laser Printer warna, serta Notebook. Pun ketiga lini produk itu, ujar Christian, masuk dalam jajaran produk yang eksklusif alias premium desain.Pada 2005 lalu, Samsung Indonesia mencapai penjualan lebih dari US$ 33,7 juta, nail 36% dari tahun sebelumnya. Di Asia Tenggara dan Oceania, 15 persen pasar TI korporat juga dikuasainya.Secara global, Samsung pun cukup kuat dalam hal penjualan produk tersebut. Tercatat tahun 2005 lalu dari lini produk tersebut dan beberapa lainnya menghasilkan pemasukan sebesar US$56,7 miliar.Dari penguasaan pasar, kinerja penjualan produsen asal Korea itu juga dinilai cukup sukses. Secara global, Samsung menguasai 27,3% pangsa pasar untuk produk Monitor, 9,4% untuk CTV, 20% untuk TFT LCD, 18% untuk LDI, 34% pada Flash Memory, 32,4% untuk DRAM, serta 35% pada SRAM. Sedangkan untuk Printer, Samsung masih di bawah HP dengan pangsa pasar 10,2%.VP Business Development Samsung Philip Tan, meyakini bahwa untuk merebut pasar korporasi harus disertai tiga hal utama, yakni infrastruktur, branding, dan partnership."Tanpa ketiganya target sulit untuk dicapai. Kepuasan pelanggan perlu diakomodir di infrastruktur, contohnya seperti layanan purna jual. Branding juga perlu karena kita punya banyak produk. Sedangkan partnership sangat kita perlukan karena tanpanya kita tidak bisa berbisnis dan tak ada yang mendistribusikan produk kita," jelasnya. (rou)
(rouzni/)