Dituduh Jual Kebohongan, Uber Menjawab Skandal

ADVERTISEMENT

Dituduh Jual Kebohongan, Uber Menjawab Skandal

Anggoro Suryo - detikInet
Rabu, 13 Jul 2022 13:44 WIB
Travis Kalanick
Travis Kalanick, mantan CEO Uber. Foto: Bizjournals
Jakarta -

Rahasia-rahasia Uber terbongkar lewat bocoran data Uber Files yang menghebohkan. Hal ini termasuk pengakuan salah satu pejabatnya yang menyebut Uber hanya menjual kebohongan.

Sumber Uber Files ini adalah Mark MacGann, mantan Chief of Policy Uber di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. MacGann adalah wajah Uber saat Uber mulai melebarkan layanannya ke berbagai negara, yang berusaha meyakinkan publik kalau kehadiran Uber ini menguntungkan berbagai pihak.

Namun saat mereka gagal meyakinkan publik tentang keuntungan itu, MacGann menyebut Uber akhirnya hanya menjual kebohongan.

"Saat kami tak bisa meyakinkan, kami akhirnya hanya menjual kebohongan ke publik," jelasnya dalam wawancara dengan The Guardian.

MacGann juga membocorkan berbagai komunikasi antara sejumlah petinggi Uber dengan berbagai pejabat, termasuk presiden Prancis Emmanuel Macron. Ada juga bocoran mengenai pernyataan dari mantan Head of Global Communication Uber Nairi Hourdajian pada 2014 yang berbunyi, "Terkadang kita mengalami masalah karena kita memang ilegal".

Menurut MacGann ini memanglah taktik Uber. Yaitu sengaja tak meminta izin dan langsung menjalankan layanannya tanpa memperhatikan aturan setempat.

"Jangan meminta izin. Langsung luncurkan, percepat proses, cari sopir, beroperasi, pasarkan, dan orang-orang akan menyadari kalau Uber itu keren," katanya.

Namun Uber pun kemudian mengeluarkan sejumlah pernyataan resmi untuk menanggapi Uber Files. Pernyataan pertama Uber ini muncul dari Marketing and Public Affairs SVP, Jill Hazelbaker.

"Kami tidak akan mencari alasan untuk kelakuan kami di masa lampau yang jelas tidak sejalan dengan nilai yang kami anut saat ini. Namun kami meminta publik untuk menilai kami dari apa yang sudah kami lakukan selama lima tahun ke belakang dan apa yang akan kami lakukan ke depannya," jelas Hazelbaker.

Kemudian Uber pun kembali mengeluarkan pernyataan, kali ini dari juru bicaranya yang bernama Noah Edwardsen. "Kami mengerti kalau Mark punya penyesalan pribadi selama bertahun-tahun loyal pada pemimpin kami sebelumnya, namun ia tak dalam posisi yang kredibel untuk berbicara mengenai kondisi Uber saat ini," jelasnya.

Saat mengundurkan diri dari Uber pada 2016, MacGann menyebut Uber sebagai enterprise of this generation, atau kurang lebih mungkin artinya perusahaan generasi ini. Ia juga tak segan menyebut dirinya sebagai orang yang sangat percaya pada misi Uber.

Namun kemudian, MacGann berselisih dengan Uber karena bonusnya tak kunjung dibayarkan. Dalam gugatannya ke Uber yang ia menangkan, MacGann akhirnya mendapat bayaran 585 ribu Euro.



Simak Video "Lucunya Robot Pengantar Makanan Uber Eats di California"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT