PHK Massal, 15 Ribu Karyawan Teknologi Kehilangan Pekerjaan

PHK Massal, 15 Ribu Karyawan Teknologi Kehilangan Pekerjaan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 02 Jun 2022 16:43 WIB
Ilustrasi startup
Ilustrasi startup. Foto: Oli Scarff/Getty Images
Jakarta -

Banyak perusahaan startup mengencangkan ikat pinggang pada saat ini, terkait kondisi ekonomi yang memburuk. Bahkan gelombang PHK massal pun terjadi dan menimpa sampai belasan ribu karyawan teknologi, terutama startup.

Di Indonesia, beberapa startup telah melakukan PHK. Di mancanegara, kondisinya pun parah. Penelusuran dari agregator layoffs.fyi menyebut total 15 ribu pegawai di jagat teknologi kehilangan pekerjaannya di berbagai negara.

Inflasi dan suku bunga tinggi sampai perang di Ukraina menekan performa Startup. Perusahaan besar termasuk Meta dan Twitter juga terimbas dan mengatakan tidak ada pembukaan lowongan kerja untuk sementara.

Salah satu startup yang memangkas karyawan adalah perusahaan platform e-commerce Vtex asal Brasil, di mana 193 pegawai terdampak. "Dunia cepat berubah dan kami harus beradaptasi," kata sang CEO, Geraldo Thomaz yang dikutip detikINET dari Tech Crunch, Kamis (2/6/2022).

Perusahaan keuangan PayPal juga telah memangkas lusinan karyawan dari kantornya di San Jose. "Kami konstan mengevaluasi untuk memastikan kami beroperasi dengan struktur terbaik," kata juru bicara PayPal.

Beralih ke Turki, startup e-commerce Getir memangkas 14% karyawan secara global. Dengan 32 ribu pegawai, berarti ada lebih dari 4.000 orang yang jadi korban PHK. Selain itu, mereka juga lebih selektif lagi menerima pegawai.

"Dalam waktu yang berat ini, kami tetap berkomitmen pada industri delivery bahan pokok ultra cepat yang kami pelopori sembilan tahun lalu," sebut startup Getir dalam memo ke para karyawan.

Halaman selanjutnya, kondisi ekonomi tak menentu >>>