Elon Musk Sebenarnya Tidak Mampu Beli Twitter?

Elon Musk Sebenarnya Tidak Mampu Beli Twitter?

Aisyah Kamaliah - detikInet
Sabtu, 14 Mei 2022 11:03 WIB
Elon Musk
Elon Musk Sebenarnya Tidak Mampu Beli Twitter? Foto: Instagram @elonrmuskk
Jakarta -

Elon Musk membeli Twitter dan langsung buat geger publik. Namun ada anggapan, meski menyandang gelar orang terkaya di dunia, sebenarnya Musk tidak mampu beli Twitter.

Elon Musk menego Twitter dengan nilai USD 44 miliar atau sekitar Rp 635 triliun. Dia diketahui menjual USD 8,5 miliar saham Tesla miliknya dan menerima dana dari Morgan Stanley dan institusi keuangan lainnya hingga mendapat USD 7 miliar tambahan.

Sejak pengumuman kesepakatan, saham Tesla sempat anjlok lebih dari 25% karena investor khawatir Musk dapat melepas lebih banyak lagi kepemilikannya di perusahaan. Saham Twitter juga ikut turun beberapa hari setelah pembelian dari Elon Musk.

Musk, yang dilaporkan masih mencari ekuitas dari co-investor, masih dapat mencoba menegosiasikan kembali harga penawaran aslinya atau meninggalkan penawaran Twitter sepenuhnya. Namun, dia tidak dapat keluar dari kesepakatan tanpa kerugian apapun. Jika Twitter menolak upaya negosiasi ulangnya, Musk harus siap membayar USD 1 miliar yang setara Rp 14,6 triliun sebagai ucapan pelepasan.

Roger Kay, pendiri dan presiden Endpoint Technologies Associates, menjabarkan tindakan Musk sebagai 'pendekatan anarkis yang mengganggu'. Musk dinilai berkontribusi pada skeptisisme pasar tentang kelayakan kesepakatan.

"Anda benar-benar tidak tahu apa yang diharapkan darinya. Saya tidak akan terkejut jika dia tiba-tiba mengonfigurasi ulang tawarannya dan mengabaikannya. Dia hanya akan berkata, 'Yah, itu tidak sepadan'," jelas Kay dalam sebuah wawancara dengan Vanity Fair.

"Biasanya, Anda menyewa bank investasi dan pengacara yang sangat berhati-hati dengan apa yang Anda katakan. Anda tidak terlalu menjanjikan apa pun. Anda tidak mengumumkan apa pun sampai benar-benar ditekan. Musk tidak melakukan semua itu. Dan hasilnya adalah kekacauan," ucap Kay.

Pekan lalu, Musk mengungkapkan bahwa dia telah mendapatkan USD 7,14 miliar dalam pendanaan untuk kesepakatan dengan Twitter. Kelompok co-investornya sekarang termasuk salah satu pendiri Oracle (dan pendukung Trump) Larry Ellison, sebuah rumah investasi yang dijalankan oleh dana kekayaan negara Qatar, Sequoia Capital, Andreessen Horowitz, platform pertukaran crypto Binance, dan 13 lainnya.

Pengajuan itu juga mengungkapkan bahwa Pangeran Alwaleed bin Talal akan mempertahankan 35 juta sahamnya di Twitter jika Musk bakal mengambil alih. Sejak pengungkapan itu, Musk telah mengamankan USD 1 miliar lagi dalam ekuitasnya, menurut laporan Bloomberg News.

Meski Musk secara terbuka mengatakan bahwa dia tidak peduli dengan ekonomi di Twitter, dia telah melayangkan rencana untuk memperluas model berlangganan berbayar situs ini selama pembicaraan dengan rekan investor. Dia dilaporkan juga berencana untuk memotong sekitar 1.000 staf di Twitter selama tahun depan, sebelum menambahkan sekitar 2.700 karyawan baru pada tahun 2025.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/rns)