Ditolak Pangeran Arab, Ini Alasan Elon Musk Ingin Beli Twitter Rp 620 Triliun!

Ditolak Pangeran Arab, Ini Alasan Elon Musk Ingin Beli Twitter Rp 620 Triliun!

Agus Tri Haryanto - detikInet
Jumat, 15 Apr 2022 13:11 WIB
Elon Musk
Foto: AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Jakarta -

Elon Musk telah melakukan penawaran untuk membeli Twitter. Tidak tanggung-tanggung, Bos SpaceX itu akan bayar kontan media sosial yang saat ini dinahkodai Jack Dorsey. Namun panawaran Elon Musk ini mendapatkan penolakan dari pangeran Alwaleed bin Talaldari Arab Saudi sebagai salah satu pemegang saham Twitter.

Sebelumnya Musk mengajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk mencaplok semua saham Twitter senilai USD 54,20 atau sekitar Rp 775 ribu (kurs Rp 14.300) per saham Dengan jumlah valuasi perusahaan USD 43,4 miliar, sekitar Rp 620 triliun.

Perlu diketahui, pengajuan pembelian saham itu tidak termasuk kepemilikan saham yang dikantongi Musk terhadap media sosial berlogo burung tersebut seharga USD 54,20 per lembar sahamnya.

"Saya berinvestasi di Twitter karena saya percaya pada potensinya untuk menjadi platform kebebasan berbicara di seluruh dunia, dan saya percaya kebebasan berbicara adalah fungsi demokrasi yang harus dimiliki masyarakat," ujar Elon Musk dalam surat yang ia kirim ke Twitter seperti dikutip dari CNN, Jumat (14/4/2022).

Musk yang memang doyan main Twitter-an ini ingin mengubah platform tersebut, sehingga dapat berkembang di masa mendatang.

"Namun, sejak melakukan investasi saya sekarang menyadari bahwa perusahaan tidak akan berkembang atau melayani kebutuhan masyarakat dalam bentuk seperti ini. Twitter perlu diubah sebagai perusahaan swasta," ucapnya.

Disampaikannya juga, penawaran pembelian saham 100% ini juga merupakan penawaran terbaik dan yang terakhir.

Twitter sendiri mengungkapkan telah menerima penawaran dari Elon Musk itu. Perusahaan mengungkapkan akan menimbang tawaran tersebut dengan seksama dan hati-hati, hal ini demi kepentingan perusahaan dan semua pemegang saham.



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/jsn)