Orang Terkaya di Dunia Jadi Dewan Direksi Twitter

Orang Terkaya di Dunia Jadi Dewan Direksi Twitter

Adi Fida Rahman - detikInet
Rabu, 06 Apr 2022 07:45 WIB
Dua miliuner dunia, Richard Branson dan Elon Musk bertarung sengit dalam pengembangan transportasi super cepat. Mereka juga punya bisnis pesawat komersil yang bisa terbang ke luar angkasa.
Orang terkaya di dunia jadi dewan direksi Twitter. Foto: Istimewa/Hyperloop/The Boring Company/Geety Images
Jakarta -

Elon Musk akan bergabung jadi dewan direksi Twitter setelah orang terkaya di dunia ini memborong 9,2% saham perusahaan media sosial berikon burung biru itu. Kabar tersebut langsung bikin saham Twitter naik pada Selasa (5/4/2022).

"Saya senang untuk membagikan bahwa kami menunjuk @elonmusk sebagai dewan direksi. Melalui percakapan dengan Elon dalam beberapa minggu terakhir, menjadi jelas bagi kami bahwa dia akan membawa nilai besar bagi Dewan kami," kata CEO Parag Agrawal dalam tweet .

"Dia adalah orang yang sangat percaya dan kritis terhadap layanan yang persis seperti yang kami butuhkan di Twitter, dan di ruang rapat, untuk membuat kami lebih kuat dalam jangka panjang," tambah Agrawal.

Sebagai tanggapan, Musk membalas, "Menantikan untuk bekerja dengan Parag & Twitter untuk membuat peningkatan yang signifikan pada Twitter dalam beberapa bulan mendatang."

Mantan CEO Jack Dorsey turut merespon kicauan Agrawal. Dorsey memuji atas langkah Twitter menunjuk Elon Musk sebagai dewan direksi.

Dia mengatakan dalam tweet-nya kalau Musk "sangat peduli dengan dunia kita dan peran Twitter di dalamnya."

"Saya sudah lama menginginkan Elon menjadi anggota dewan," tambah Dorsey kemudian .

Melansir dari CNBC, masa jabatan Musk akan berakhir pada 2024, menurut pengajuan SEC. Selama menduduki jabatan dewan atau 90 hari setelahnya, bapak dari X Æ A-12 itu tidak diperbolehkan memiliki lebih dari 14,9% saham.

Seperti diketahui Musk menjadi pemegang saham terbesar di Twitter. Sejumlah pihak menganggap ini sebagai kepentingan pasif, yang sering berarti sang pemilik saham tidak berusaha mengendalikan atau mempengaruhi perusahaan. Namun, beberapa investor memperkirakan Musk akan mengambil sikap agresif.

Terbukti, beberapa jam setelah kepemilikannya di perusahaan terungkap, Musk bikin tweet polling terkait fitur edit di Twitter. Agrawal langsung merespon postingan tersebut dan mendesak orang untuk "memilih dengan hati-hati" karena konsekuensinya "akan menjadi penting."



Simak Video "Elon Musk Tunda Kesepakatan Beli Twitter, Ini Alasannya"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)