Peluang 9 Juta Talenta Digital, Microsoft Gencar Edukasi Generasi Muda

Peluang 9 Juta Talenta Digital, Microsoft Gencar Edukasi Generasi Muda

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 25 Mar 2022 15:40 WIB
A Microsoft logo is seen on an office building in New York City in this July 28, 2015 file photo. Microsoft Corp announced more big cuts to its smartphone business on Wednesday.  REUTERS/Mike Segar/File Photo
Peluang 9 Juta Talenta Digital, Microsoft Gencar Edukasi Generasi Muda. Foto: Reuters/Mike Segar
Jakarta -

Jika orang zaman dulu cenderung bermimpi menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS), lain halnya dengan anak generasi milenial. Kebanyakan dari mereka biasa bertumbuh dengan teknologi yang makin masif penggunaannya dalam keseharian sehingga tak sedikit yang punya impian jadi seorang influencer, YouTuber, startup founder atau pekerjaan talenta digital lainnya. Sebut saja SEO Specialist atau Data Science Spesialist yang mungkin belum pernah didengar beberapa tahun lalu.

Peluangnya pun sebenarnya sangat terbuka lebar. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebutkan, di 2030, Indonesia akan kekurangan 9 juta digital talent. Indonesia saat ini diperkirakan memiliki hampir satu juta talenta digital. Kendati demikian, kuantitas dan kualitas harus lah sejalan. Dari laporan Indeks Literasi Digital, Indonesia memiliki skor 3,49 yang mana meningkat dari tahun 2020 yang berada di angka 3,46. Peningkatan memang terjadi, namun dorongan dari pihak lain masih dibutuhkan untuk bersinergi demi hasil maksimal.

"50% dari karyawan butuh meningkatkan skill mereka pada 2025, yang berarti tiga tahun lagi. Sementara itu dari data yang ditemukan sebelumnya, 85% pekerjaan di tahun 2030 belum pernah ada sebelumnya. Itu berarti kita akan melihat pekerjaan baru di masa mendatang," kata Lanny Wijaya Senior Exterprise Account Executive Indonesia Lead LinkedIn APAC di sesi hari ke-4 Dev//Verse.

Menurut laporan Jobs on the Rise tahun 2022, ada jenis pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat, dua teratas adalah data science specialist dan machine learning engineer. Kedua hal ini dianggap sebagai peran digital baru yang populer dalam dua tahun terakhir.

"Dengan tren ini, kami dapat memprediksi bahwa industri lain yang sedang mengalami transformasi digital akan membutuhkan kemampuan ketrampilan digital juga, dan kami dapat mengharapkan peningkatan pekerjaan digital di masa depan," ujarnya.

Tentu saja tidak bisa pemerintah, dalam hal ini Kominfo, sendiri yang turun tangan. Perlu adanya dukungan dari stakeholders yang mau mengulurkan bantuan. Salah satunya adalah Microsoft yang berambisi mendorong proses pembelajaran yang berkelanjutan bagi generasi berikutnya untuk menyambut 4.0.

Peran Microsoft Genjot Generasi Muda di Era Ekonomi Digital

Lewat 'Dev//Verse: Empowering Development Universe', Microsoft menegaskan komitmen untuk terus Berdayakan Ekonomi Digital Indonesia. Dev//Verse adalah konferensi virtual yang mengundang pegiat teknologi di Indonesia untuk mengenal platform developer terkini. Ada juga kisah inspiratif yang dibagikan pelaku industri digital guna menyemangati generasi mengasah ketrampilan dan membuka peluang usaha baru.

"Sebagaimana disampaikan dalam Roadmap Digital Indonesia 2021-2024, terdapat empat sektor strategis yang memerlukan percepatan transformasi, yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital dan masyarakat digital," ujar Dharma Simorangkir Presiden Direktur Microsoft Indonesia dalam sebuah pernyataan resmi.

"Hal ini menunjukkan bagaimana pemberdayaan talenta digital dan ekosistem teknologi di sekitarnya sangat diperlukan. Karena itu Microsoft terus memperluas komitmen kami bagi Indonesia dengan melokalisasi platform belajar Microsoft Learn dan portal inovasi Azure, serta memperkenalkan platform khusus untuk startup Microsoft for Startups Founders Hub di Indonesia," lanjutnya.

Microsoft Learn adalah platform belajar online yang menghadirkan ribuan materi seputar dunia teknologi secara gratis. Ada 396 jalur belajar dan 1.536 modul yang sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia. Sementara itu, Azure merupakan portal yang memungkinkan developer dan talenta digital membangun inovasi di cloud Microsoft Azure. Portal ini diperkuat dengan artificial intelligence dan keamanan yang tinggi.

Ini merupakan peluang yang sangat menarik mengingat riset di tahun 2019 mengungkap adanya kegagalan dari 90% startup. Alasan kegagalan paling sering adalah kurangnya keahlian, ketidakcocokan ide dan pasar sasaran, hingga masalah finansial. Padahal, Indonesia dikenal sebagai 'rumah' para startup dengan total lebih dari 2.300 startup -- Indonesia menduduki peringkat ke-5 untuk negara dengan jumlah startup terbanyak.

Lewat Microsoft for Startups Founders Hub, Microsoft membuka kesempatan untuk founder startup mengembangkan skills, mematangkan ide dan mewujudkan ide mereka. Startup bahkan dibantu membangun bisnis dengan memanfaatkan teknologi Azure senilai Rp 2,1 miliar secara cuma-cuma. Terbuka juga peluang kredit baru ketika kebutuhan penggunaannya meningkat.



Simak Video "Latih Eks Pekerja Migran Kupang, Kominfo Dorong Inovasi Produk Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/ask)