Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Samsung Optimis Salip Nokia Setelah 2010

Samsung Optimis Salip Nokia Setelah 2010


- detikInet

Jakarta - Persaingan antar penyedia perangkat telekomunikasi untuk pengguna akhir tak akan ada habisnya. Semuanya saling berlomba untuk menjadi nomor satu, tak terkecuali Samsung. Produsen ponsel asal Korea itu pun berstrategi dan siap mengeluarkan jurus andalan demi meruntuhkan hegemoni sang penguasa pasar dan menghapuskan julukan ponsel sejuta umat Nokia."Saya optimis dengan segala inovasi yang Samsung lakukan bisa melewati Nokia. Hal itu sudah terbukti dengan kepemimpinan kami di pasar Eropa. Untuk akhir tahun ini, mungkin kami hanya akan finis di urutan kedua. Tapi setelah 2010, kami optimis bisa jadi nomor satu," kata Lee Kang Hyun, Presdir PT Samsung Electronic Indonesia di Jakarta, akhir pekan lalu.Keoptimisan Samsung menjadi penguasa pasar ponsel, menurutnya, dengan cara menggencarkan inovasi di setiap lini produknya. Mulai pasar perangkat ponsel seluler, perangkat telpon tetap nirkabel, hingga perangkat yang paling anyar 3G.Untuk menjadi nomor satu, Samsung pun akan terus menggiatkan lini produk low end. "50% pasar ponsel masih akan dikuasai oleh ponsel di bawah harga satu juta rupiah," jelasnya.Kesuksesan para pesaingnya seperti Motorola dan Sony Ericsson yang secara gencar melempar produk ke lini bawah, menurut Lee, mau tak mau membuat Samsung ikut terjun ke area tersebut. Samsung sendiri sebenarnya lebih suka bermain di pasar menengah atas karena area itu dianggap Lee tak terlalu terpengaruh akan imbas gejolak ekonomi.Dia pun optimis pasar ponsel akan terus berkembang. "Total pasar elektronik jatuh 20-30%, pasar sudah jenuh. Tapi ponsel terus naik 20-25%," tuturnya.Dengan perkiraan tingginya angka kehangusan (churn) nomor prabayar, menurut Lee, menggambarkan peluang pasar ponsel yang sangat besar dan terbuka lebar di Indonesia.Total pasar ponsel di 2006 pun diprediksi Lee masih akan dikuasai oleh ponsel berteknologikan GSM (Global System for Mobile Communication) seluler sebesar 80%. Sedangkan 20% sisanya akan dinikmati pasar ponsel berteknologikan Code Division Multiple Access (CDMA) dan 3G.Hingga akhir tahun, Samsung yang baru saja melempar lima lini ponsel premium, segera bersiap merilis delapan jajaran ponsel CDMA. Empat diantaranya akan ditujukan untuk kalangan bawah (low-end), dua untuk menengah (mid-end), serta dua untuk kalangan atas (high-end).Hampir semua ponsel Samsung, menurut Lee, dilengkapi dengan fitur pemutar musik. Karena pada 2007, menurutnya, diprediksikan sebanyak 50% pengguna sudah bisa menikmati konten musik dari ponsel.Lima Ponsel PremiumDengan mengusung tema Technosion, Samsung meluncurkan lima ponsel premium terbaru yang berteknologikan general packet radio services (GPRS) kelas 10 untuk mendukung pertukaran data.Ponsel terbaru itu adalah SGH-D820, ponsel geser dengan berat 90gram dan berdimensi 99x51x15,2mm serta memori internal 73MB. Ponsel seharga Rp3,3juta itu terintegrasi dengan kamera rotasi 1,3 megapiksel, serta memiliki konektivitas nirkabel bluetooth 2.0 serta koneksi USB dan TV output. Sedangkan SGH-D520, ponsel bertipe geser itu memiliki berat 94gram dan berdimensi 101x46x15,9mm serta memori internal 80MB. Ponsel tipis seharga Rp2,8juta itu terintegrasi kamera flash 1,3 megapiksel, serta memiliki konektivitas nirkabel bluetooth 1.2 serta koneksi USB 1.1. "Untuk SGH-D820 dan SGH-D520, kami menargetkan 5-10 ribu unit terjual tiap bulan," kata Lee.Untuk seri SGH-P300, ponsel berdesain mirip kalkulator dengan berat 81gram dan berdimensi 87,5x54,5x8,9mm, memiliki memori internal 80MB. Ponsel seharga Rp4juta itu juga terintegrasi dengan kamera 1,3 megapiksel, serta dilengkapi dengan pemutar musik. Ponsel yang menghadirkan resolusi warna 262 ribu warna layar TFT itu ditargetkan terjual sebanyak 4-5 ribu unit tiap bulannya.Sementara SGH-P850 merupakan ponsel seri kamera flash 3,2 megapiksel dengan empat kali pembesaran. Ponsel dengan berat 120gram dan berdimensi 95,5x47x24,4mm, serta memiliki memori internal 78MB itu dilepas dengan harga Rp4,35juta. Untuk ponsel jenis lipat itu, sebanyak tiga ribu unit per bulan jadi target penjualan.Seri lainnya, ponsel pintar SGH-i300X dilengkapi dengan Windows Mobile 2003 versi 2.0 dan baterai tambahan dengan waktu bicara 7,7 jam. Bila digunakan untuk memutar musik saja (offline mode), baterai diklaim mampu bertahan selama 9,8 jam. Ponsel berdesain candy bar dengan berat 121gram dan berdimensi 113x48x19,9mm itu memiliki memori internal 4GB. Ponsel seharga Rp5,6juta itu juga terintegrasi dengan kamera LED flash 1,3 megapiksel. Ponsel yang menghadirkan resolusi warna 262 ribu warna layar TFT itu ditargetkan terjual sebanyak tiga ribu unit tiap bulannya. (rou) (wicak/)







Hide Ads