Miliuner Ini Anggap Kripto Seperti Penyakit Kelamin

Miliuner Ini Anggap Kripto Seperti Penyakit Kelamin

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 20 Feb 2022 09:45 WIB
Bitcoin
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Sebagai hal yang terbilang baru, banyak orang punya sikap berbeda terhadap mata uang kripto. Termasuk Charlie Munger, miliuner yang sekaligus vice chairman Berkshire Hathaway.

Munger tampaknya sangat benci terhadap mata uang kripto, dan menganggap kripto hanya berguna untuk pemerasan, penculikan, dan mengemplang pajak. Bahkan, ia menyebut kripto ini seperti sebuah penyakit kelamin.

"Saya jelas tidak berinvestasi di kripto. Saya bangga akan hal itu. Ini seperti sebuah penyakit kelamin," jelas Munger ketika berbicara di sebuah pertemuan pemegang saham Daily Journal Corp.

Ia pun memuji pemerintah China karena memblokir kripto, dan berharap banyak negara lain melakukan hal yang sama. Sebenarnya pernyataan senada pernah dilontarkan Munger beberapa waktu lalu, saat ia mengungkapkan kebenciannya terhadap Bitcoin.

"Saya benci kesuksesan bitcoin. Saya pikir semua pengembangannya menjijikkan dan bertolak belakang dengan kepentingan masyarakat," ujarnya saat itu.

Dan pernyatan Munger tersebut tentu saja menuai banyak komentar dari netizen. Ada seorang netizen yang mengilustrasikan kalau saat Munger lahir pada 1924 (98 tahun lalu), Lenin meninggal, Ottoman Empire berakhir, Disney membuat kartun pertamanya, IBM didirikan, dan lainnya.

Sebagai informasi, saat Facebook siap menjual saham perdananya lewat initial public offering (IPO) pada 2012 lalu, Munger juga menolak untuk membeli saham tersebut. Ia mengaku tidak mengerti dan tidak menyukai Facebook.

Saya tidak mau berinvestasi di saham yang saya tidak mengerti, dan saya memang tidak mau mengerti Facebook," kata Munger. "Pada dasarnya saya tidak suka saja."



Munger memang bukan satu-satunya orang yang tak menyukai mata uang kripto. Banyak miliuner dan jutawan lain yang sudah cukup berumur punya pandangan sama terhadap mata uang kripto. Lalu Warren Buffet, bos Munger di Berkshire Hathaway, yang menyebut bitcoin sebagai 'racun tikus'.

Buffet dan Munger boleh saja benci pada kripto, namun Berkshire Hathaway tetap saja berinvestasi dengan membeli saham Nubank senilai USD 1 miliar. Nubank adalah bank fintech terbesar di Brazil yang populer di kalangan investor kripto Amerika Selatan.



Simak Video "Walau Alami Penurunan, Developer yakin Harga Kripto Akan Tetap Bullish"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)