Chip Langka, Intel Malah Catat Rekor Pemasukan

ADVERTISEMENT

Chip Langka, Intel Malah Catat Rekor Pemasukan

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 28 Jan 2022 08:14 WIB
Intel Core Generasi 12
Foto: Intel
Jakarta -

Kelangkaan chip yang terjadi selama pandemi ini tentu berdampak pada Intel, di mana mereka kesulitan memenuhi permintaan prosesor dari pasar. Namun, mereka malah mencatatkan rekor pemasukan pada Q4 2021.

Dalam laporan keuangan Q4 2021 terungkap kalau Intel mencatatkan rekor pemasukan kuartal dan tahunan tertinggi, yaitu masing-masing USD 19,5 miliar dan USD 74,7 miliar, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Jumat (28/1/2022).

Namun dari segi laba bersih, Intel malah mencatatkan penurunan yang cukup signifikan. Yaitu 21% untuk Q4 2021 dibanding Q4 2020, dan 5% secara year over year, masing-masing menjadi USD 4,6 miliar dan UDS 19,9 miliar.

Sebelumnya CEO Intel Pat Gelsinger sudah pernah memperingatkan para investor kalau pertumbuhan mereka akan terhambat karena masalah pasokan chip, yaitu pada Q3 2021 Oktober lalu, saat mereka mengumumkan pemasukan Client Computing Group (CCG) menurun 2%.

Dari laporan keuangan terbaru ini terlihat kalau masalah kelangkaan ini belum membaik. Divisi CCG mencatatkan penurunan pemasukan sebesar 7% secara year over year, yang terjadi akibat penjualan laptop yang menurun akibat kelangkaan komponen, jadi Intel tak bisa mengapalkan prosesor sebanyak yang mereka targetkan.

Sementara itu dari sektor desktop, pemasukan Intel naik. Yaitu dari sektor data center, pemasukan mereka naik 20% secara year over year menjadi USD 7,3 miliar. Untuk divisi Internet of Things Group (IOTG) dan Mobileye, permintaannya naik masing-masing 36% dan 7%, dengan pertumbuhan 33% dan 43% selama 2021.

Oktober lalu Gelsinger pun menyebut kelangkaan chip ini masih akan terjadi setidaknya sampai 2023, yang artinya Intel dan perusahaan lain yang terlibat di sektor ini akan sulit memenuhi permintaan pasar, di mana penjualan PC meningkat 10-15% selama 2021, menurut Gartner dan IDC.

Meski pemasukannya naik, Intel tak serta-merta mendapat peningkatan keuntungan, dan itu bukan karena pasokan komponen yang terganjal. Melainkan karena Intel mendapat persaingan ketat dari perusahaan lain.

Tak cuma AMD, melainkan juga Apple. Selama 2021 AMD menggeber prosesor untuk laptopnya untuk membanjiri pasaran. Ditambah lagi Qualcomm yang kembali mencoba peruntungannya di bisnis laptop, yang tentunya akan menjadi pesaing untuk prosesor Alder Lake terbaru dari Intel.



Simak Video "Komisi I DPR RI Sayangkan WNI Jadi Agen Intel Asing di Kaltara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT