Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
SAS Investasi US$2 Juta di Indonesia

SAS Investasi US$2 Juta di Indonesia


- detikInet

Jakarta - SAS, perusahaan piranti lunak swasta mengatakan, dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, pihaknya akan mengalokasikan dana sebesar US$2 juta (US$1 = Rp 8.769. Sumber: detikcom), untuk pengembangan bisnisnya di Indonesia. "Kami melihat Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi yang baik. Walau sempat terkena krisis, tapi negara ini mampu perlahan pulih dari krisis tersebut," Erwin Chan, Chief Operationg Officer Indonesia, SAS International menjelaskan kepada wartawan di Yogyakarta Room Hotel Shangrila, Jakarta (03/05/2006). Erwin juga mengatakan, investasi yang sebesar US$2 juta bisa terus bertambah dalam tahun-tahun mendatang. "Kami tak akan ragu menggandakan jumlah tersebut pada tahun-tahun mendatang," ungkap Chan.Dijelaskan bahwa seluruh investasi tersebut akan digunakan untuk pembangunan sumber daya perusahaan sendiri, serta infrastruktur pendukung layanannya di Indonesia.SAS merupakan vendor yang mengintegrasikan pengumpul data (data warehousing-red.) dengan aplikasi "Business Intelligence" yang analitis dan tradisional. Selain itu SAS juga melayani sistem data terpadu dan berbagai solusi TI lainnya. SAS menyebutkan kebanyakan kliennya berasal dari sektor perbankan.SAS menjelaskan bahwa eksistensinya di Indonesia, untuk mendukung sektor perbankan lokal terhitung sudah 10 tahun lamanya. "Keberadaan kami di Indonesia terhitung sudah sepuluh tahun. Namun, keberadaan insan-insan SAS memang sebelumnya jauh dari pelanggan kami," Andrew quek, Executive Director Asia Pacific Field Strategy & Support Division SAS International menjelaskan."Oleh karena itu, investasi ini sekaligus mengumumkan bahwa representatif SAS telah hadir di Indonesia, untuk mendekatkan diri kepada mitra kami di Indonesia," imbuhnya.Erwin Chan menjelaskan, sebagian besar investasinya akan dialokasikan untuk sektor perbankan. "40 persen investasi tersebut akan kami fokuskan untuk industri perbankan. Sisanya akan dialihkan ke industri telekomunikasi, pemerintahan dan industri komersial," jelas Erwin. SAS mengaku sebagai penyedia solusi TI bagi beberapa perusahaan terkemuka seperti Bank Negara Indonesia (BNI), Citibank dan HSBC. Selama tahun 2006, pendorong kebutuhan yang utama bagi SAS di Indonesia akan berasal dari sektor keuangan, serta dari sektor telekomunikasi dan pemerintahan. (amz) (ketepi/)






Hide Ads