Ekosistem Digital Jadi Kunci Pengembangan Industri 4.0

ADVERTISEMENT

Ekosistem Digital Jadi Kunci Pengembangan Industri 4.0

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 23 Des 2021 21:01 WIB
qlue
Foto: Qlue
Jakarta -

Keberadaan Industri 4.0 yang semakin digital dengan proses otomasi ini akan memberikan efisiensi yang optimal dalam aspek operasional sehingga dapat memberikan nilai bisnis yang lebih tinggi.

Dengan transformasi Industri 4.0, perekonomian nasional akan semakin tumbuh karena bisa menarik minat investor ke Indonesia. Qlue, perusahaan penyedia ekosistem smart city, mendorong pengembangan era Industri 4.0 di Indonesia.

Presiden Qlue Maya Arvini mengatakan, faktor utama dalam implementasi Industri 4.0 adalah proses yang serba terotomasi serta pertukaran data yang lebih cepat. Proses revolusi industri ini merupakan tulang punggung pengembangan ekonomi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

Ekosistem digital menjadi lebih efektif karena menghadirkan sebuah proses analisis yang komprehensif sehingga dapat menghasilkan output data yang memungkinkan para pemangku kepentingan mengambil kebijakan strategis berbasiskan data.

"Aspek keamanan dan keselamatan menjadi salah satu fokus dalam pengembangan Industri 4.0 di Indonesia. Melalui ekosistem teknologi digital, proses operasional akan bersifat end-to-end sehingga jadi lebih efektif dan efisien dalam implementasi di lapangan," jelas Maya, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (23/12/2021).

"Tentu saja ini tahap awal tapi prospeknya sangat menarik dan krusial dalam mewujudkan target pemerintah untuk menarik investasi global, dan Qlue memiliki ambisi yang sama dengan berkomitmen untuk mengembangkan inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI)," tambahnya.

Implementasi teknologi informasi dalam mendorong Industri 4.0 juga menjadi fokus pemerintah untuk menarik banyak investasi. Dalam sebuah diskusi bertajuk Sweden-Indonesia Partnership Week 2021, salah hal utama yang menjadi fokus dalam pengembangan Industri 4.0 adalah pemanfaatan teknologi 5G yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2021 ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mendorong kolaborasi dari penyedia jasa teknologi 5G serta pelaku industri agar potensi dari implementasi Industri 4.0 bisa berjalan optimal, karena implementasi teknologi digital dianggap makin krusial dan perlu mendapat perhatian besar.

"Dengan kehadiran teknologi 5G, tentu saja dapat mengakselerasi program yang sudah ada, karena kunci dalam pengembangan Industri 4.0 ini adalah konektivitasnya. Pemerintah juga akan fokus pada penguatan regulasi dan kebijakan sehingga tata kelolanya akan menjadi lebih optimal," ujar Direktur Penataan Sumber Daya Kemenkominfo, Deni Setiawan.

Founder dan CEO Qlue Rama Raditya juga mengatakan, Qlue berkomitmen untuk mendorong proses otomasi industri melalui implementasi teknologi artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT). Sejumlah kawasan industri juga sudah memanfaatkan ekosistem teknologi Qlue dalam mendorong otomasi, transfer data yang cepat, hingga operasional yang efisien.

"Kami melihat potensi Industri 4.0 ini sangat besar karena tidak hanya spesifik pada pengelolaan suatu kawasan industri, tetapi juga sektor usaha yang melibatkan banyak sumber daya dalam suatu aktivitas. Optimalisasi ekosistem digital menjadi kunci pengembangan Industri 4.0 sejalan dengan konektivitas yang terus berkembang di Indonesia demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional," tutup Rama.



Simak Video "Qualcomm Akan Dijajaki untuk Smart City di IKN"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT