Riset LD FEB UI: Rerata Pendapatan Mitra UMKM GoFood Naik 66% di 2021

Riset LD FEB UI: Rerata Pendapatan Mitra UMKM GoFood Naik 66% di 2021

Yudistira Perdana Imandiar - detikInet
Jumat, 03 Des 2021 17:30 WIB
Sri Prihatin, pemilik Ayam Geprek Klinik Rasa, Kartasura, Sukoharjo, Jateng, mitra UMKM GoFood
Sri Prihatin, pemilik Ayam Geprek Klinik Rasa, Kartasura, Sukoharjo, Jateng, mitra UMKM GoFood (Foto: GoFood)
Jakarta -

Serangkaian dukungan GoFood dinilai mampu membangkitkan bisnis UMKM di tengah pandemi. Berdasarkan riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), mitra UMKM GoFood mencatatkan kenaikan pendapatan rata-rata 66% di tahun 2021 dibandingkan pada 2020.

GoFood menjadi growth partner bagi UMKM kuliner untuk memanfaatkan platform digital dalam menjalankan usahanya. Selain mendorong digitalisasi bagi UMKM yang sebelumnya telah menjalankan usaha offline, menurut riset FEB UI, sepertiga dari total mitra UMKM GoFood merupakan pengusaha pemula yang langsung berjualan online.

Menurut riset tersebut, UMKM kuliner yang bergabung dengan GoFood setidaknya merasakan empat manfaat utama. Pertama, kesempatan promosi melalui GoFood. Kedua, perluasan akses pasar. Ketiga, kemudahan pengelolaan operasional melalui GoBiz. Keempat, mitra UMKM bisa mendapatkan pelatihan kewirausahaan untuk mendukung pertumbuhan usahanya.

Dukungan yang diberikan GoFood menumbuhkan optimisme bagi UMKM yang telah bergabung dalam ekosistem. Hal itu tercermin dari hasil riset LD FEB UI yang mendapati 4 dari 5 mitra UMKM mempercayai keberadaan GoFood dapat membantu pengembangan bisnis mereka.

Manfaat yang dirasakan setelah bergabung dengan GoFood membuat mitra UMKM kuliner ingin terus bekerja sama, dimana 9 dari 10 mitra UMKM berencana untuk menjalin kemitraan jangka panjang dengan GoFood, untuk terus mengembangkan usaha mereka.

Hasil riset LD FEB UI soal peran GoFood dalam pengembangan UMKM di tengah pandemi, diamini oleh mitra UMKM GoFood asal Sukoharjo, Sri Prihatin, pemilik Ayam Geprek Klinik Rasa, Kartasura, yang mengakui adanya layanan GoFood sangat membantu geliat usahanya di tengah pembatasan kegiatan masyarakat.

"Saya sempat bingung di awal pandemi, dapat 1 sampai 3 order saja saya sudah bersyukur, di hari-hari tertentu kadang orderan benar-benar kosong. Kebetulan saya memang punya banyak waktu, jadi mulai serius belajar lewat Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dan ngobrol-ngobrol sama mentor GoFood. Saya mulai terapkan ilmu promosi dan beriklan lewat Partner Jempolan, ternyata hasilnya ciamik," ungkap Sri.

"Sekarang, saat lagi ramai saya bisa melayani sampai 30 orderan hanya dalam waktu 4 jam. Untungnya dengan GoBiz, kita juga bisa atur jam buka tutup resto, jadi kalau ramai saya bisa tutup sementara di GoFood karena saya mengurus resto sendirian," imbuhnya.

Sebagai informasi, selama masa pandemi, GoFood menghadirkan sejumlah dukungan untuk mendukung UMKM bangkit di tengah pandemi. Dalam rangka merangsang minat beli masyarakat terhadap produk UMKM, GoFood memberikan subsidi promo untuk para mitra UMKM.

Inisiatif GoFood lainnya, seperti pembagian paket protokol kesehatan, akses vaksinasi COVID-19 bagi mitra UMKM, memberikan rasa aman dan kepercayaan kepada konsumen untuk membeli produk mitra UMKM. Hal ini berarti penting untuk meningkatkan jumlah transaksi di merchant mitra UMKM GoFood.

Di samping itu, GoFood menaruh perhatian terhadap keterampilan mitra UMKM agar dapat memperluas kapasitas usahanya. Hal itu salah satunya direalisasikan dengan membekali Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) dengan beragam materi edukasi baru dan memfasilitasi peningkatan keterampilan usaha melalui Konferensi Maju Digital.



Simak Video "AirAsia Food Akhirnya Mendarat di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/ega)