Galaxy Watch 4 Bikin Wear OS Melesat

Galaxy Watch 4 Bikin Wear OS Melesat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 23 Nov 2021 20:45 WIB
Samsung Galaxy Watch 4
Foto: detikINET/Anggoro Suryo Jati
Jakarta -

Sejak pertama dirilis dan masih bernama Android Wear, Wear OS selalu kalah populer dibanding sistem operasi wearable lain. Namun Galaxy Watch 4 membuat tingkat adopsinya meningkat.

Jangankan dibanding watchOS, dibandingkan dengan Fitbit, Amazfit, dan Lite OS milik Huawei pun pangsa pasar Wear OS masih kalah. Berdasarkan data dari Counterpoint Research, dari Q3 2020 sampai Q2 2021, pangsa pasar Wear OS berkutat di angka 3-4% saja.

Sementara watchOS angkanya naik turun dari 28% di Q3 2020, 40% di Q4 2020, 33% di Q1 2021, dan 28% di Q2 2021. Namun pada Q3 2021 pangsa pasar Wear OS melesat menjadi 17%, tepat di bawah watchOS.

Menurut Sujeong Lim, analis senior di Counterpoint, lonjakan ini disebabkan oleh perubahan OS yang dilakukan Samsung dari Tizen ke Wear OS di smartwatchnya, yaitu Galaxy Watch 4. Menurutnya Google tak akan bisa mencapai hal ini tanpa bantuan.

"Ini karena Google mengontrol pembuat jam tangan OEM dalam kustomisasi UI, dan ini dilakukan karena efisiensi daya yang rendah serta waktu respon yang lambat," ujar Lim.

Faktor lain yang juga berpengaruh, menurut Counterpoint, adalah penundaan kehadiran Apple Watch Series 7 hingga Q4 2021, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Selasa (23/11/2021).

Saat Samsung memutuskan untuk memakai Wear OS, diharapkan langkah ini bisa membawa keuntungan dari sisi ketersediaan aplikasi untuk Galaxy Watch. Sementara bagi Google keuntungannya adalah memperluas pengguna Wear OS.

Galaxy Watch 4 tak cuma membuat Wear OS bisa merangsek naik dari sisi pangsa pasar, melainkan juga membuat pengapalan jam tangan pintar itu ke nomor 2, merebut posisi Huawei, yang menempati posisi ke-2 itu pada 2020 lalu.

Laporan Global Smartwatch Model Tracker dari Counterpoint juga menyebutkan pengapalan smartwatch secara global meningkat 16% pada Q3 2021 secara year over year. Samsung sendiri mencapai pengapalan per kuartal tertingginya dalam sejarah pada Q3 2021.



Simak Video "Samsung: Kontribusi Ponsel 5G di Indonesia Sudah Capai 16%"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)