Startup Kasual Raih Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

Startup Kasual Raih Pendanaan Tahap Awal dari East Ventures

Adi Fida Rahman - detikInet
Selasa, 09 Nov 2021 23:00 WIB
Alam Akbar, CEO Kasual
Alam Akbar, CEO dan Co-Founder Kasual. Foto: dok Kasual
Jakarta -

Kasual telah meraih pendanaan tahap awal (seed funding) dari East Ventures. Sayangnya tidak disebutkan berapa nilai yang disiram pada startup direct to consumer (DTC) yang memelopori instant commerce untuk pakaian sehari-hari ini.

Dengan modal baru ini akan digunakan untuk memperkuat tim Kasual, meningkatkan kapabilitas teknologi dan pabrik untuk memberikan pengalaman online yang lebih baik bagi pengguna, serta memperluas ekspansi operasional perusahaan ke Solo, Jawa Tengah.

"Dengan dana ini, kami akan membangun tim baru, meningkatkan pengalaman digital bagi pelanggan dan proses manufaktur, mengeluarkan lebih banyak kategori produk dan inisiatif marketing, serta menggunakan teknologi baru seperti pengukuran AR untuk membuat pengukuran tubuh 3D pertama di Indonesia. Kedepannya, kami ingin meningkatkan dan memproses pesanan harian sebesar 10x lipat dan memproses lebih dari 5.000 produk setiap harinya," jelas Alam Akbar, CEO dan Co-Founder Kasual.

Kasual didirikan pada 2019 oleh Alam yang merupakan mantan anggota tim Business Development di Xendit. Awal mulanya Alam menemukan beberapa masalah di industri fashion di Indonesia. Sektor ini kurang akomodatif dan kurang dapat disesuaikan dengan preferensi pelanggan, terutama dalam hal ukuran.

Selain itu, pergi ke toko jahit di tengah pandemi COVID-19 sangat merepotkan dan sangat berisiko, apalagi biayanya mahal. Memang tidak semua penjual ritel seperti itu, tapi seringkali mereka hanya menjual terbatas pada gaya tertentu dan hanya tersedia di pusat perbelanjaan tertentu.

"Kami juga menyadari bahwa tren e-commerce telah menjamur dengan sangat cepat dan membantu pelanggan belanja dengan nyaman dari rumah, sehingga mereka menuntut produsen atau penjual yang bisa menyediakan barang kebutuhan sehari-hari, khususnya celana, lebih cepat dan terpercaya. Namun, brand lokal saat ini masih mengabaikan teknologi yang sebenarnya bisa menjadi aspek vital dalam produksi fashion. Artinya, saat ini pelanggan masih belum memiliki platform yang dapat diandalkan untuk mendapatkan produk fashion yang dipersonalisasi secara instan," kata Alam.

Kasual menawarkan solusi manufaktur dalam aplikasi bagi pelanggan untuk memesan celana pria yang bisa dipersonalisasi - Build Your Own Product (BYOP). Pelanggan dapat memilih jenis potongan dan ukuran yang disesuaikan dengan preferensi mereka.

Platform Kasual juga memungkinkan 'Virtual Fitting' dimana pelanggan dapat berkonsultasi langsung dengan tim ahli Kasual melalui panggilan video (video call) terkait pengukuran ukuran, fitting yang dipersonalisasi, dan rekomendasi produk. Dengan proses pemesanan yang lebih sederhana dan produksi garmen internal, produk dapat dikirim ke pelanggan dalam waktu kurang dari 5 hari. Personalisasi dan pendekatan teknologinya menjadikan Kasual sebagai fashion-tech dan instant commerce pertama di Indonesia.

Saat ini Kasual punya 30 anggota tim inti dan 25 mitra individu di tim produksi internal. Seluruh anggota membawa pengalaman mereka di industri e-commerce dari berbagai perusahaan global terkemuka, seperti Amazon, Ebay, Deloitte, Yum! Merek, Blibli, VIP Plaza, dan Ralph Lauren. T

Dengan pasar sebesar USD 12 triliun (sekitar Rp 214 miliar), Kasual telah menjadi perusahaan terdepan dalam mendorong inovasi di industri fashion dan pakaian Indonesia. Kasual telah mengalami pertumbuhan sebanyak 3x lipat sewaktu pandemi COVID-19 pertama masuk ke Indonesia di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 (YoY). Hingga kini, Kasual memiliki lebih dari 80.000 pengguna dan telah memproduksi lebih dari 3.000 produk per bulan yang dipersonalisasi bagi pelanggan.



Simak Video "Jerman Lirik Indonesia untuk Kerja Sama Bangun Startup"
[Gambas:Video 20detik]
(afr/afr)