Platform Ini Janjikan Bisnis Ekraf Lebih Berkembang dan Cuan

Platform Ini Janjikan Bisnis Ekraf Lebih Berkembang dan Cuan

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 25 Okt 2021 16:00 WIB
Ilustrasi pembayaran digital
Platform Ini Janjikan Bisnis Ekraf Lebih Berkembang dan Cuan. Foto: Dok. ACI Worldwide
Jakarta -

Berbasis teknologi digital, sebuah platform memungkinkan terjadinya integrasi beragam bisnis sektor ekonomi kreatif. Mulai dari game, movie, musik, fashion, hingga pengembangan aplikasi bisa berkolaborasi dan berkembang hingga lebih cuan.

Seperti diketahui, teknologi memungkinkan industri bergerak lebih cepat, lebih gesit, lebih akurat, dan lebih fleksibel serta saling terhubung dalam sebuah jaringan tanpa batas.

Prinsip itulah yang dianut Fantastis Anak Bangsa (FAB), saat mengembangkan sebuah platform yang akan menjadi ekosistem bagi seluruh pemain di industri kreatif. Individu maupun korporasi saling berkolaborasi dalam sebuah ekosistem yang inklusif.

"FAB menyediakan berbagai dukungan, dari hulu hingga hilir. Bukan hanya akan membuat para pengusaha kreatif anak bangsa saling terhubung, mereka juga akan mendapat dukungan dalam hal teknologi, pendanaan, pendampingan, sumber daya manusia, pengetahuan, hingga jaringan bisnis," ujar Chief Executive Officer FAB Fritz B Tobing, dikutip dari keterangan resminya, Senin (25/10/2021).

"Dukungan tersebut diberikan dalam fase perancangan, peluncuran, pelaksanaan, pengembangan, perluasan bahkan perbaikan dan restorasi bisnis sehingga bisnis kreatif di dalam platform ini bisa berkembang lebih cepat dan lebih baik," sebutnya.

Sebagai sebuah ekosistem, platform bisnis FAB diklaim akan menjadi game changer dunia ekonomi kreatif yang selama ini para pelaku usahanya berjalan sendiri-sendiri sehingga perkembangannya belum maksimal.

Karena itulah, platform ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kreatif baik yang dimiliki oleh FAB maupun partner usahanya dengan keahlian dan keunikan di berbagai bidang ekonomi kreatif. Dengan menciptakan sinergi yang berkesinambungan, platform ini akan mendorong terbentuknya sebuah ekosistem bisnis yang inklusif guna mempercepat perputaran roda ekonomi di dalamnya, serta ekonomi kreatif yang kontribusinya terus meningkat secara nasional.

Sebagai gambaran, data dari laporan OPUS Ekonomi Kreatif 2020 mencatat kontribusi subsektor ekraf pada Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp 1.211 triliun.

Data juga mencatat, ada sekitar 8,2 juta usaha kreatif di Indonesia yang didominasi oleh usaha kuliner, fesyen, dan kriya, sehingga 3 subsektor ini juga memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB Ekonomi Kreatif. Selain itu, ada empat sub sektor dengan pertumbuhan tercepat yaitu TV dan radio, termasuk film, animasi, video seni pertunjukan, dan desain komunikasi visual.

"Ketika konsumen, korporasi, maupun brand memanfaatkan karya kreatif anak bangsa yang ada di dalam platform FAB maka akan lebih banyak karya inovatif anak bangsa yang dihasilkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lintas sektoral di Indonesia," kata Fritz.

Karenanya, dia mengajak semua pelaku industri kreatif, baik individu maupun korporasi untuk membangun dan mempercepat pertumbuhan bisnisnya menggunakan platformnya.



Simak Video "Strategi Kemenparekraf Galakan Prokes Lewat Sentra Vaksinasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)