Internet Cepat Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Internet Cepat Jadi Solusi Pemulihan Ekonomi Saat Pandemi

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 18 Feb 2021 21:38 WIB
Ilustrasi koneksi internet
Foto: shutterstock
Jakarta -

Era internet cepat dinilai menjadi kunci pemulihan ekonomi di masa depan. Pemanfaatan teknologi mencipta peluang usaha dan lapangan kerja.

Hal tersebut diungkapkan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dalam webinar bertajuk 'Trend & Peluang Ekonomi Kreatif di Era Internet Cepat' yang digelar Sandilogi Bersama Bhumi Varta Technology (BVT) dan Aden & Co pada Kamis (18/02/21) dalam rilis yang diterima detikINET. Webinar ini dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny Gerard Plate, Martyn Terpilowski selaku Founder / President Director BVT dan Benny Emor selaku Co-Founder / COO BVT.

Sandiaga Uno membahas peluang ekonomi kreatif di era digital lewat e-commerce. Indonesia katanya kini mulai mengejar ketertinggalan dengan membangun infrastruktur pita lebar (broadband), baik fix broadband maupun mobile broadband.

Namun, katanya tidak mudah, dan butuh fondasi yang kuat dalam mencapai masa internet of thing, yakni kemampuan mengirimkan data lewat jaringan tanpa memerlukan adanya interaksi dari manusia ke manusia ataupun dari manusia ke perangkat komputer.

"Di tengah pandemi, para profesional banyak yang bekerja dengan berpindah tempat dan mengandalkan internet. Tentu ini akan mendorong ekonomi kreatif, salah satu hal yang kami fokuskan adalah internet cepat," ujar Sandiaga Uno.

"Kini sektor media online terus bertumbuh di tegah pandemi COVID-19 dan sudah saatnya kita bangkit," tambahnya.

Momen tersebut diungkapkan Sandi menjadi peluang yang baik dalam pengembangan sektor ekonomi nasional. Sebab, di tengah keterbatasan pelaku usaha lewat pembatasan sosial berskala besar (PSBB), mereka tetap dapat mengembangkan usahanya lewat e-commerce.

"Artinya, pengembangan teknologi lewat Internet of Thing ini menjadi kunci pengembangan Ekraf nasional yang membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan sebesar-besarnya pasca pandemi COVID-19," tambahnya.

Sementara itu, Johnny G Plate menjelaskan kebutuhan riil pembangunan infrastruktur mobile broadband berbasis 4G di Indonesia akan selesai di tahun 2022.

Tercatat ada sebanyak 12.548 dari total 83.218 desa / kelurahan di Indonesia yang belum terjangkau 4G. Namun kebutuhan tersebut katanya akan dibarengi dengan pengembangan 5G.

"Kominfo juga sedang membuat rencana pembangunan pusat data dengan kapasitas total 43.000 core proccesor dan 72 petabytes storage," jelas Johnny.

Lebih lanjut dipaparkannya, pemerintah telah menargetkan penyelesaian pembangunan serta pengoperasian sebesar 75 persen pusat data nasional pada tahun 2024. Oleh karena itu, penguatan backbone dan backhaul sangat penting untuk meningkatkan quality of experience (QoE) jaringan 5G.

Bersamaan dengan pengembangan 5G, penyelesaian Peta Jalan Indonesia Digital 2021-2024 menjadi pedoman strategis untuk memfasilitasi transformasi digital. Kominfo juga mendorong ruang digital yang sehat dan produktif sesuai dengan RUU Perlindungan Data Pribadi.

Dalam hal ini, era internet cepat merupakan kunci peluang ekonomi kreatif Indonesia. "Karena Kemenparekraf adalah sisi hilir Kominfo," tutup Johnny.



Simak Video "Indosat-Tri Sudah Minta Restu Menkominfo untuk Merger "
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)