Geger Bitcoin Dibilang Blas Tidak Ada Nilainya

Geger Bitcoin Dibilang Blas Tidak Ada Nilainya

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 12 Okt 2021 12:06 WIB
Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Jamie Dimon, Chairman dan CEO salah satu bank terbesar di Amerika Serikat JP Morgan Chase, kembali menyuarakan ketidaksukaannya pada mata uang kripto terutama Bitcoin. Ia menyatakan bahwa Bitcoin tidak ada nilainya sama sekali walaupun di pasar harganya ratusan juta rupiah.

"Saya secara pribadi berpikir bahwa Bitcoin itu tidak ada nilainya," kata Dimon seperti dikutip detikINET dari CNBC, Selasa (12//10/2021).

Akan tetapi dia tidak ingin menjadi semacam juru bicara untuk menunjukkan kelemahan Bitcoin itu. "Saya tidak ingin menjadi seorang juru bicara, saya tidak peduli. Tidak ada bedanya bagi saya," tambah dia.

Beberapa klien diakuinya tidak setuju dengan pernyataannya itu dan bukan suatu masalah. "Klien kami para orang dewasa. Mereka tidak setuju. Itulah yang menciptakan pasar. Jadi jika mereka ingin punya akses membeli Bitcoin, kami tak bisa mencegahnya tapi kami bisa memberikan mereka akses yang resmi dan sebersih mungkin," paparnya.

Pada kesempatan wawancara sebelumnya, dia menyatakan pendapat serupa. "Bitcoin tidak punya nilai intrinsik. Dan regulator akan benar-benar mengaturnya dengan sangat keras," katanya kurang lebih, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

Ia mengakui Bitcoin akan tetap eksis dalam jangka panjang. Namun beberapa negara nantinya mungkin akan mengkategorikannya sebagai sesuatu yang ilegal.

Jamie menambahkan sudah seharusnya Bitcoin diregulasi oleh pemerintah. Terlebih ada sebagian pihak yang memanfaatkan Bitcoin untuk melakukan perbuatan kriminal.

"Anda bisa menyebutnya aset atau sesuatu semacam itulah, tapi jika orang menggunakannya untuk menghindari pajak atau perdagangan seks atau ransomware, maka ia akan diregulasi, tak peduli Anda suka atau tidak," sergahnya.

Dia memang sudah lama menyatakan tidak suka pada Bitcoin. "Saya bukan pendukung Bitcoin. Saya tidak peduli pada Bitcoin. Saya tidak punya ketertarikan pada Bitcoin," katanya beberapa waktu silam.

Tentu banyak juga yang mendukung Bitcoin sebagai masa depan keuangan. Salah satu pendukung Bitcoin paling vokal misalnya adalah pendiri Twitter, Jack Dorsey.



Simak Video "El Salvador Negara Pertama yang Jadikan Bitcoin Alat Pembayaran Sah"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)