Sebelum Newcastle, Pangeran Arab Saudi Danai Perusahaan Game

Sebelum Newcastle, Pangeran Arab Saudi Danai Perusahaan Game

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 08 Okt 2021 14:32 WIB
Newcastle United resmi diakuisisi konsorsium milik Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Sosoknya yang kontroversial kembali disorot usai akuisisi Newcastle
Pangeran Arab Saudi Mohammed bin Salman (Foto: AP Photo/Jacquelyn Martin)
Jakarta -

Perusahaan milik Pangeran Mohammed bin Salman resmi membeli Newcastle United. Sebelum klub sepakbola, ada juga deretan perusahaan game yang mendapat gelontoran dana darinya.

Perusahaan, atau tepatnya konsorsium, itu adalah Public Investment Fund (PIF), yang dimiliki oleh Pangeran Arab Saudi tersebut. Setidaknya ada uang sebanyak USD 3 miliar yang digelontorkan oleh PIF ke tiga perusahaan game asal AS selama Q4 2020.

Perusahaan tersebut adalah Activison Blizzard, Electronic Arts, dan Take-Two Interactive Software. Industri game sendiri menarik minat Pangeran Salman, yang mengaku sebagai generasi pertama di kerajaan Arab Saudi yang memainkan video game.

Ia pun pernah mengaku kalau salah satu game favoritnya adalah seri Call of Duty, seri game paling laris dari Activision, demikian dikutip detikINET dari Aljazeera, Jumat (8/10/2021).

Sebanyak 14,9 juta lembar saham Activision diborong oleh PIF, yang nilainya hampir USD 1,4 miliar pada Q4 2020 lalu. Kemudian PIF pun memborong 7,4 juta lembar saham EA dan 3,0 juta lembar saham Take-Two yang nilainya masing-masing sekira USD 1,1 miliar dan USD 826 juta pada akhir Desember.

Tak cuma lewat PIF, pundi-pundi kekayaan Pangeran Salman pun muncul di SNK Corp, pengembang game populer King of Fighters dan Samurai Showdown lewat Mohamed bin Salman Foundation -- juga dikenal dengan nama MiSK Foundation, organisasi amal miliknya.

Ada sepertiga saham SNK yang dimiliki oleh Pangeran Salman lewat MiSK Foundation, dan berencana meningkatkan kepemilikannya sampai 51%.

PIF sendiri adalah bagian utama dari rencana besar Pangeran Salman untuk mendiversifikasi bisnis Arab Saudi. Yaitu untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap minyak.

Tak cuma game, PIF juga punya investasi senilai USD 4,4 miliar di Uber dan komitmen besar di Vision Fund milik Softbank Group Corp.

Seperti diberitakan sebelumnya, PIF resmi mengambil alih kepemilikan Newcastle dari Mike Ashley, yaitu membeli 100% sahamnya senilai 300 juta poundsterling, atau sekitar Rp 5,8 triliun.

Pemimpin PIF ditunjuk menjadi Ketua Non-Eksekutif Newcastle, dan mereka bertekad menyulap Newcastle menjadi tim papan atas Premier League.



Simak Video "Uangnya Tak Berseri! Sebelum Newcastle, MBS Caplok McLaren dan Pagani"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)