Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos - Halaman 2

ADVERTISEMENT

Round Up

Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 05 Okt 2021 09:36 WIB
Startup fintech Ajaib jadi startup ke-7 yang bergelar unicorn di Indonesia.
Aksi Gokil Startup RI, Ada Unicorn Baru dan Dimodali Jeff Bezos (Foto: Dok. Ajaib)

2. Startup Ula disuntik modal oleh Jeff Bezos

Startup Ula Disuntik Investasi oleh Jeff Bezos. Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli.Kiri ke kanan: Derry Sakti, Nipun Mehra (layar), Riky Tenggara, Ganesh Rengaswamy (layar), Alan Wong dan Dan Bertoli. (Foto: Ula)

Kabar baik selanjutnya adalah pemberitaan dari Tech Crunch, bahwa startup e-commerce Ula mendapatkan pendanaan Seri B sebesar USD 87 juta (Rp 1,2 triliun). Pendanaan ini dari Prosus Ventures, Tencent dan B Capital dan Jeff Bezos ikutan menyuntik dana dalam putaran kali ini.

Tech Crunch memberitakan Jeff Bezos setuju untuk ikut mengucurkan duit lewat Bezos Expeditions. B Capital, Tencent dan Prosus Ventures diposisikan sebagai co-lead.

Jeff Bezos dilaporkan kepincut Ula yang merupakan platform e-commerce B to B, karena memang Amazon belum masuk ke Asia Tenggara dan hanya hadir secara terbatas di kawasan ini.

"Investor terbaru Ula datang dengan keahlian global dan berbagi pemikiran jangka panjang perusahaan. Kami senang mereka percaya dengan misi Ula dan harapannya bisa belajar dari pengalaman mereka membayangkan ulang ritel di pasar tumbuh yang lainnya," kata Co-founder dan CEO Ula, Nipun Mehra.

Startup Ula didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India dan mantan mitra di Sequoia Capital India), Alan Wong (sebelumnya bekerja di Amazon), Derry Sakti (yang mengawasi operasi raksasa barang konsumen P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (sebelumnya di Lazada dan aCommerce).

Ula menyediakan ruang untuk UMKM yang beroperasi dari toko kecil sekaligus rumah mereka. Ada modal kerja jadi tidak menunggu uang konsumen untuk produksi baru. Di Asia, banyak UKM dibayar belakangan oleh konsumen, namun menagih uang ini menjadi tantangan juga.

Ula mengatakan ingin fokus dulu di Indonesia, kesempatan masih terbuka besar. Belanja ritel diharapkan tembus USD 500 miliar dalam 4 tahun, kata Kabir Narang selaku Founding General Partner di B Capital Group. Selain fast-moving consumer goods (FMCG) Ula juga akan merambah sektor sandang dan elektronik.

Selamat untuk pencapaian Ajaib dan semoga Ula juga menyusul jadi unicorn selanjutnya.

(fay/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT