Pro Kontra Investasi Kripto, Pertimbangkan 4 Hal Ini

Pro Kontra Investasi Kripto, Pertimbangkan 4 Hal Ini

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 06 Sep 2021 16:54 WIB
VANCOUVER, BC - OCTOBER 29: Gabriel Scheare uses the worlds first bitcoin ATM on October 29, 2013 at Waves Coffee House in Vancouver, British Columbia. Scheare said he
Pro Kontra Investasi di Crypto, Kamu yang Mana? Foto: Getty Images
Jakarta -

Investasi di mata uang kripto masih jadi perdebatan antara dua kubu, yang pro dan yang kontra. Dibanding dengan instrumen investasi yang lain, cryptocurrency terbilang masih belia.

Tapi dilihat dari kenaikannya, tahun ini crypto seperti menunjukkan taringnya dengan persentase yang mencengangkan. Sebutlah Bitcoin yang naik hingga lebih dari 100%, Ethereum yang mendekati 250%, bahkan Doge yang didukung Elon Musk Sang Bos SpaceX mengalami kenaikan nilai sampai lebih dari 3000%.

Sampai akhirnya harganya jatuh, seakan sudah mencapai titik maksimalnya. Beberapa orang mengalami kerugian hingga miliaran, perusahaan rugi triliunan. Dilansir Fool, Senin (6/9/2021) ini pro dan kontra menaruh investasi di cryptocurrency. Kalau kamu tim yang mana?


Alasan untuk pro investasi di crypto:


1. Potensial untuk jadi mainstream

Sekarang saja sudah banyak perusahaan yang menerima pembayaran dan transaksi lainnya dengan cryptocurrency. Itu artinya, crypto punya potensi yang sangat besar untuk jadi alat pembayaran yang mainstream nantinya. Ditambah crypto bisa memberikan perlindungan harga ketika inflasi.

Jika crypto menjadi mainstream, harganya bisa melambung ke ketinggian baru. Bitcoin, beberapa ahli memperkirakan itu dapat mencapai hingga USD 500 ribu per token suatu hari nanti. Bergantung pada seberapa luas cryptocurrency diadopsi, mungkin ada banyak potensi penghasilan bagi investor awal.

2. Coba saja sih

Jangan sampai ada penyesalan karena tidak membeli investasi kripto kalau-kalau harganya naik. Pilihannya hanya ada dua: kehilangan sebagian hartamu atau justru bertambah.


Alasan untuk kontra investasi di crypto:

1. Penuh spekulasi

Bahkan para ahli terbagi soal potensinya. CEO Tesla Elon Musk, misalnya, telah menjadi pendukung vokal Bitcoin dan Dogecoin, sementara Warren Buffett terkenal tidak mendukung keberadaan cryptocurrency.

Masalahnya tidak ada yang tahu masa depan. Kalau kamu tidak suka bermain dengan risiko tinggi, mungkin cryptocurrency bukan investasi yang cocok buat kamu.

2. Sangat naik turun (volatile)

Walaupun misalnya nanti cryptocurrency sukses dalam jangka panjang, itu masih merupakan investasi yang sangat fluktuatif. Tahun ini saja, Bitcoin telah mengalami 'roller coaster'.

Apakah kamu harus berinvestasi dalam cryptocurrency atau tidak tergantung pada preferensi pribadi dan toleransi terhadap risiko. Jika kamu bersedia mengambil lebih banyak risiko dengan imbalan potensi pendapatan yang lebih tinggi, cryptocurrency mungkin merupakan investasi yang tepat untukmu. Tetapi jika kamu lebih suka menghindari risiko dan volatilitas, ada banyak pilihan lain di luar sana.

Jadi detikers, kamu tim yang mana? Pro atau kontra?



Simak Video "CEO Indodax Beri Tips Investasi Bitcoin Bagi Pemula "
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)