Mengangkat Lagi Kejayaan Pelabuhan Indonesia dengan Teknologi

Mengangkat Lagi Kejayaan Pelabuhan Indonesia dengan Teknologi

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 03 Sep 2021 22:11 WIB
Kesibukan pelayanan bongkar muat di dermaga peti kemas ekspor impor (ocean going) milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dipastikan tetap berjalan maksimal di tengah persiapan menyambut kunjungan Ratu Kerajaan Denmark Margrethe II bersama suaminya, Prince Henrik , Jakarta, Kamis (15/10/2015). Ratu Margrethe II dan Price Henrik akan berkunjung ke lokasi ini pada pekan depan, Kamis (22/10). Seperti diketahui Maersk Line, salah satu perusahaan pelayaran terbesar di dunia asal Denmark saat ini menjadi pengguna utama Pelabuhan yang dikelola Pelindo II. Kehadiran Ratu Denmark menunjukkan kepercayaan negara asing terhadap kualitas pelayanan pelabuhan di Indonesia. Dalam satu tahun kapasitas pelayanan bongkar muat Pelindo II mencapai 7,5 juta twenty-foot equivalent units (TEUs). Agung Pambudhy/Detikcom
Mengangkat lagi kejayaan Pelabuhan Indonesia (Foto: Agung pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Suara deburan ombak terdengar ketika kaki saya menyentuh pasir dekat pantai. Angin berhembus cukup kencang membuat saya merenung. Menghirup angin laut dari balik masker yang saya kenakan sembari menutup mata sejenak.

Pikiran saya melayang, kembali ke masa bangku sekolah. Ketika guru sejarah saya dengan bangga menceritakan kejayaan Indonesia. Negara dengan kekayaan rempah melimpah katanya.

Tapi bukan cuma itu, saya ingat betul beliau menyebut komoditi dagang Nusantara bukan rempah-rempah saja. Ada kapas, gula, kain, kayu dan banyak macam hal lainnya. Lantang diucapkan oleh guru saya bahwa Indonesia lebih dari itu. Kita 'Tanah Surga', tongkat kayu dan batu bisa jadi tanaman.

Ada banyak kapal bersandar. Bangsa Gujarat dan Portugis berdatangan dengan kapal-kapal mereka yang singgah ke pelabuhan Indonesia.

'Kalau sekarang?'

PT Pelabuhan Indonesia II/IPC melakukan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas logistik melalui digitalisasi. Salah satunya menghadirkan platform marine operating system (MOS).PT Pelabuhan Indonesia II/IPC melakukan langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas logistik melalui digitalisasi. Salah satunya menghadirkan platform marine operating system (MOS). Foto: Grandyos Zafna

Tiba-tiba saya membuka mata. Melihat aktivitas sekeliling. Ada kapal yang nampak kecil dari kejauhan berseliweran, tapi tidak banyak. Orang lalu lalang memegang smartphone di tangan, sementara saya seakan masih tenggelam di era kejayaan Indonesia yang ingin direnggut VOC dulu.

Pikiran saya semakin melayang dengan sejuta pertanyaan. Saya rogoh smartphone yang ada di saku celana dan segera menghubungi beberapa orang yang mungkin bisa menjawab sedikit rasa kebingungan saya: Seberapa Modern yang Dibutuhkan Pelabuhan Indonesia untuk Kembali Bergelora?

EVP Sekretariat Perusahaan dari PT Pelabuhan Indonesia II (PERSERO) / IPC, Ali Mulyono, mencoba menjelaskan pertanyaan saya, satu per satu. Yang pertama, sudah pasti dibutuhkan teknologi yang makin modern.

"Transformasi digital bagi IPC merupakan suatu keharusan agar dapat beradaptasi, bertahan dan berhasil di lingkungan bisnis yang terus bekembang," kata Ali membuka percakapan.

Untuk itu, pelabuhan Indonesia bermaksud untuk meningkatkan kapabilitas digitalnya yang terdiri atas sejumlah faktor seperti kemampuan dalam menarik talenta digital dan kemampuan dalam menyiapkan tata kelola dan kepemimpinan lintas fungsi.

Soal potensi kerugian yang mungkin timbul jika pelabuhan kita tidak memiliki teknologi komunikasi yang memadai, Ali menyebut dua hal:

1. Mengurangi tingkat competitiveness dari IPC jika dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan lain yang telah mengimplementasikan teknologi komunikasi dalam pelayanannya
2. Pelayanan yang kurang efisien dan kurang efektif akan mengurangi tingkat kepuasan pelanggan, yang memiliki potensi dampak pada kinerja keuangan perusahaan.

Baca Selanjutnya soal Teknologi Apa yang Sudah Ada di Pelabuhan Indonesia? >>