Perakit iPhone Kekurangan Tenaga Kerja, Tawarkan bonus Besar

Perakit iPhone Kekurangan Tenaga Kerja, Tawarkan bonus Besar

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 11 Agu 2021 20:16 WIB
HANOVER, GERMANY - MARCH 04:  The stand of Taiwanese electonics giant Foxconn promotes green and energy saving business practice at the CeBIT technology fair on the first day the fair opened to the public on March 4, 2008 in Hanover, Germany. CeBIT, the worlds largest technology trade fair, will run from March 4-9.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Para rekanan Apple di China, baik penyuplai komponen maupun perakit produk, ramai-ramai menawarkan bonus besar untuk pegawai baru.

Sebabnya, banyak generasi muda di China yang tak lagi tertarik untuk pekerjaan di bidang manufaktur. Dengan berkurangnya jumlah peminat, maka persaingan untuk mencari pekerja pun menjadi ketat.

Ditambah lagi September mendatang Apple diperkirakan akan merilis produk baru, yang artinya beban produksi pun akan meningkat, demikian dikutip detikINET dari Scmp, Rabu (11/8/2021).

Foxconn contohnya, mereka menaikkan bonus untuk pegawai baru mencapai 10.200 yuan atau USD 1.578, sekitar Rp 22 juta. Syaratnya, pegawai baru itu tidak boleh mengundurkan diri selama setidaknya 90 hari.

Bonus ini diberikan untuk pegawai baru yang akan ditempatkan di integrated Digital Product Business Group (iDPBG), yaitu divisi perakit iPhone di Foxconn. Saat ini, sekitar 80% iPhone yang beredar di pasaran dirakit oleh Foxconn.

Bonus ini meningkat sedikit dibanding 23 Juli lalu, di mana Foxconn memberikan 10 ribu yuan untuk para pegawai baru.

Oh ya, tak semua uang ini diberikan ke pegawai barunya, hanya 9.500 yuan. Sementara 700 yuan sisanya diberikan ke orang yang mereferensikan pegawai baru tersebut.

Foxconn bukan satu-satunya rekanan Apple di China yang mencari pegawai baru. Ada juga Lens Technology, penyuplai layar sentuh Apple, dan Luxshare Precision, yang mencari pegawai baru dengan taktik insentif yang sama.

Lens Technology misalnya, mereka berencana merekrut 5.000 pekerja untuk lini produksi dan 2.000 orang untuk mengecek kualitas produk. Mereka meningkatkan bonus untuk pegawai baru dari 5.000 yuan pada Februari menjadi 10 ribu yuan pada Mei. Bonusnya akan diberikan untuk pegawai baru yang bekerja lebih dari 20 hari sebulan selama tujuh bulan berturut-turut.

Peningkatan jumlah rekrutmen pekerja ini dilakukan untuk bisa mencukupi jumlah produksi iPhone baru. Menurut Dan Ives, managing director di Wedbush Securities, Apple menargetkan pengapalan 130 sampai 150 juta unit iPhone baru pada pertengahan kedua 2021.

Menurut Ives, rantai pasokan Apple di Asia perlu memproduksi 90 sampai 100 juta unit untuk bisa memenuhi pesanan awal iPhone 13. Apple sangat ketergantungan terhadap rantai pasokan di China.

Selama tiga tahun terakhir, Apple terus menambah jumlah penyuplainya dari China daratan, dan jumlahnya lebih banyak dibanding pemasok di negara lain. Padahal, tensi antara AS dan China terus meningkat beberapa waktu belakangan ini.



Simak Video "Fitur Baru yang Ditawarkan Apple Watch Series 7"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)