Harga Laptop Chromebook Lokal Mahal, Ini Penyebabnya

Harga Laptop Chromebook Lokal Mahal, Ini Penyebabnya

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Selasa, 03 Agu 2021 15:41 WIB
Jakarta -

Pemerintah lewat Kemendikbudristek mengalokasikan dana Rp 2,4 triliun untuk pengadaan 240 ribu laptop untuk pelajar. Sejauh ini para vendor yang memenuhi syarat sudah memasukkan pilihan laptopnya itu ke e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP).

Nah, perangkat Chromebook yang ada di e-katalog itu rata-rata dijual dengan harga Rp 6 jutaan. Padahal, Chromebook dengan spek sejenis -- sesuai dengan syarat dari Kemendikbudristek -- dijual di beberapa marketplace dengan harga lebih murah.

Dari pantauan detikINET, Selasa (3/8/2021) kebanyakan Chromebook tersebut dijual dengan harga kisaran Rp 4 jutaan. Selain lebih murah, kebanyakan Chromebook itu punya fitur tambahan atau spek lebih baik, seperti RAM/storage lebih besar, layar yang bisa diputar 180 derajat dan juga punya layar sentuh.

Namun Axioo dan Zyrex punya jawaban atas selisih harga yang cukup tinggi ini. Keduanya punya jawaban yang senada, dan jika disimpulkan, selisih harga yang tinggi itu terjadi karena tiga hal berikut.

  • Pembelian perangkat lunak Chrome Device Management, yang berfungsi agar Kemendikbudristek bisa mengontrol perangkat tersebut secara terpusat.
  • Biaya pengiriman, yang tak cuma ke kota-kota besar, melainkan juga ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).
  • Jasa pelatihan dan instalasi.

"Ini adalah tahun pertama untuk banyak sekolah dalma memakai Chrome OS dan Chrome Education Upgrade. Jadi dari pihak sekolah pasti perlu pelatihan dan jasa instalasi yang akan di lakukan dari pihak reseller," ujar Irna Andriana, Marketing Communication Axioo, saat dihubungi detikINET.

Irna pun menjelaskan kalau komponen harga yang sering terlupakan jika membandingkan produk lokal dengan impor adalah perangkat lunak yang ada di dalamnya. Juga komponen pajak yang bisa saja belum terbayarkan dengan baik.

Harga Chromebook-nya bisa saja lebih murah, ada di halaman berikutnya

Harga Chromebook-nya bisa lebih murah

Sementara itu Timothy Siddik, CEO Zyrex, menjelaskan bahwa harga produknya yang ada di e-katalog LKPP adalah harga tertinggi. Menurutnya, harga saat transaksi bisa saja lebih rendah dari harga yang dipajang.

"Dan ingat sesuai dengan sistem e-katalog yang sekarang ini, maka harga yang di LKPP masih bisa dinegosiasikan pada saat pembelian. Jadi harga yang tertera di sana adalah harga tertinggi, sehingga harga transaksi sebenarnya bisa lebih rendah dari yang ditayangkan," ujar Timothy pada detikINET.

Timothy pun menegaskan biaya pengiriman ke daerah 3T yang juga berdampak pada harga produk yang dipajang di e-katalog. Juga software Chrome Device Management.

"Harga ini sudah termasuk Chrome Device Management Software dan biaya pengiriman yang tidak murah ke sekolah sekolah yang berada di daerah 3T - Tertinggal, Terbelakang dan Terluar (Perbatasan) serta biaya layanan purna jual ke daerah-daerah 3T ini," tambahnya.

Ia juga mengeluhkan harga komponen laptop yang mengalami kenaikan drastis akibat kelangkaan chip yang terjadi secara global.

"Namun jika anda melihat ada harga laptop merek apapun yang lebih murah di tahun lalu dibandingkan dengan harga laptop di tahun ini, maka ini dikarenakan adanya kenaikan harga yang drastis terhadap komponen di dunia, di mana beberapa komponen naiknya sudah mencapai 100% dari sebelumnya," keluh Timothy.

(asj/fay)