Kata Telkom soal Nium Jadi Unicorn Pembayaran B2B Pertama Asia Tenggara

Kata Telkom soal Nium Jadi Unicorn Pembayaran B2B Pertama Asia Tenggara

Nurcholis Ma'arif - detikInet
Sabtu, 31 Jul 2021 11:04 WIB
nium
Foto: nium
Jakarta -

Nium belum lama ini mengumumkan kumpulan pendanaan sebesar US$200 juta pada putaran Seri D yang dipimpin oleh investor teknologi yang berbasis di AS, Riverwood Capital. Dengan tambahan pendanaan Seri D ini, total dana yang dikumpulkan oleh Nium mencapai hampir USD 300 juta dan mencatat valuasi di atas USD 1 miliar.

Hal ini menjadikan Nium sebagai unicorn pembayaran B2B pertama dari Asia Tenggara. Nium merupakan salah satu portofolio MDI Ventures, anak usaha milik PT Telkom Indonesia (Persero) yang berinvestasi di berbagai startup potensial.

Sebelumnya Nium yang semula bernama InstaReM merupakan platform layanan keuangan global berbasis di Singapura yang memperoleh pendanaan dari MDI Ventures di putaran Seri C pada Oktober 2018. Pendanaan tersebut bertujuan mendukung Nium untuk menjadi mitra lokal dalam ekspansinya di Indonesia, dengan menyediakan platform dan mengamankan lisensi pembayaran Indonesia hingga mengoperasikan layanan remitansi B2B.

"Kami turut berbangga dengan lahirnya unicorn baru di Asia Tenggara, yaitu Nium yang telah kami pendanaannya melalui MDI Ventures sejak 2018. Keberhasilan Nium ini sebagai salah satu bukti bahwa strategi TelkomGroup untuk mendukung digital ecosystem melalui startup-startup potensial, baik lokal maupun global mulai menunjukkan hasil yang positif," ujar Direktur Utama Telkom, Ririek Adriansyah dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/7/2021).

"Hal ini juga semakin meyakinkan kami bahwa ke depan pendapatan dari bisnis digital akan kian meningkat, seiring dengan adanya synergy value dengan startup dari MDI. Tentunya akan menjadi kebanggaan bagi TelkomGroup jika banyak unicorn lain yang terus lahir dari portofolio kami, khususnya startup lokal yang eksis di dalam maupun luar negeri," imbuhnya.

Diungkapkannya, melalui TelkomGroup dan MDI Ventures, perusahaan-perusahaan Indonesia dapat memanfaatkan platform Nium untuk melakukan transaksi keuangan dari mana saja di dunia melalui satu platform. Selain itu, adanya dukungan infrastruktur telekomunikasi dengan jangkauan luas yang dimiliki TelkomGroup juga sangat membantu penyediaan kelancaran layanan digital dan fintech di Indonesia.

Sementara itu, CEO MDI Ventures Donald Wihardja mengungkapkan dari prestasi yang Nium capai, TelkomGroup melalui MDI Ventures berhasil membuktikan kemampuannya untuk berinvestasi, mengawal, dan mendukung startup hingga menjadi unicorn.

"Tentunya, hal ini juga sangat didukung oleh sentimen pasar yang mengakselerasi digitalisasi dan sentimen investasi yang tetap optimis mendukung startup teknologi. Kami harap ini menjadi awal yang baik bagi MDI Ventures sebagai Corporate Venture Capital yang tidak hanya berkontribusi dalam hal synergy revenue TelkomGroup namun juga 'breeding new unicorn," ujarnya.

Co-founder dan CEO Nium, Prajit Nanu mengatakan pihaknya memulai Nium dengan tujuan sederhana yaitu untuk menghilangkan kompleksitas regional dalam pembayaran lintas negara. Hari ini, pandangan Nium semakin tinggi.

"Kami percaya dapat menjadi katalis global untuk memajukan perdagangan internasional dan menghilangkan beberapa kendala pembayaran tradisional yang menahan laju bisnis. Platform Nium menyederhanakan proses pembayaran B2B dengan menyediakan layanan keuangan untuk diimplementasikan dengan mudah demi mendukung pemain pasar lokal menjadi raksasa global di masa depan," ujarnya.

Terkait dengan pendanaan putaran Seri D yang diumumkan Nium akan digunakan untuk memperluas infrastruktur jaringan pembayaran Nium, mendorong pengembangan produk yang inovatif, menarik talenta industri papan atas, dan mengakuisisi teknologi dan perusahaan strategis.

Sebagai informasi, MDI Ventures merupakan entitas anak usaha TelkomGroup yang bergerak di corporate venture capital dengan aktivitas bisnisnya terdiri dari investing-synergy-portfolio management-value creation dan fundraising. Di tahun 2020, MDI Ventures berinvestasi pada 15 startup baru yang tersebar di 4 negara, sehingga total MDI telah berinvestasi di lebih dari 50 startup di Indonesia dan global.

Untuk perusahaan rintisan karya anak bangsa sendiri, MDI Ventures telah berinvestasi hampir di 20 startup lokal. Tahun 2021, MDI mempunyai fokus investasi di bidang fintech, agritech, logistic, health, new retail, dan deep tech.

(mul/fay)